Angin Kencang 130 km/jam Hantam Yunani, Ribuan Hektare Lahan Terbakar dan 3 Petugas Damkar Tewas
Baca dalam 60 detik
- Lebih dari 300 petugas pemadam dikerahkan ke Porto Germeno, 70 km barat laut Athena, untuk menjinakkan api yang telah mencapai bibir pantai.
- Kecepatan angin hingga 130 km/jam menghambat operasi pesawat air, memaksa sebagian dialihkan ke wilayah Peloponnese yang kondisinya lebih tenang.
- Luas lahan terbakar diperkirakan menembus 5.000 hektare, sementara kebakaran serupa juga melanda Kreta dan Paros, memicu peringatan risiko kebakaran maksimum.

Yunani kembali berjibaku dengan amukan api. Ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan Sabtu (1/8) untuk menyelamatkan kawasan resor pesisir Porto Germeno, sekitar 70 kilometer barat laut Athena, saat hembusan angin kencang yang mencapai 130 kilometer per jam memperparah penyebaran api dan mempersulit upaya pemadaman dari udara.
Kebakaran yang mulai membara Jumat (31/7) di dekat desa Agios Vasileios itu dengan cepat melalap semak belukar dan merangsek ke permukiman. Juru bicara dinas pemadam kebakaran kepada AFP mengonfirmasi bahwa api telah mencapai tepi laut dan sejumlah rumah dipastikan rusak. Kondisi angin yang ekstrem membuat armada pesawat pemadam tidak bisa beroperasi maksimal; sebagian bahkan dialihkan ke lokasi kebakaran lain di Peloponnese yang cuacanya lebih bersahabat.
Skala kerusakan mulai terlihat nyata. Wali Kota Thebes, Giorgos Anastasiou, kepada Open TV menyebut kerusakan lingkungan "sangat besar". Sementara Theodore Giannaros, meteorolog kebakaran hutan dari Observatorium Nasional Athena, melalui unggahan Facebook-nya mengungkapkan area terdampak diperkirakan melampaui 4.000 hingga 5.000 hektare โ sebuah angka yang ia nilai "tidak masuk akal" untuk ukuran kawasan pesisir yang padat.
Yang lebih memprihatinkan, tiga petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas dalam serangkaian kebakaran yang terjadi pekan ini di berbagai wilayah Yunani. Selain Porto Germeno, pulau Kreta juga kehilangan hampir 5.000 hektare lahannya, sementara pulau wisata Paros kehilangan sekitar 1.000 hektare. Pada Jumat, kebakaran sempat mengancam pinggiran kota Haidari di barat Athena dan memaksa evakuasi parsial. Pemerintah pun mengeluarkan peringatan risiko kebakaran maksimum untuk Sabtu di wilayah Athena Raya, sebagian Peloponnese, Kreta, Yunani tengah, dan perbatasan dengan Turki.
Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, dalam pernyataan Kamis lalu, telah mengingatkan bahwa Yunani โ yang sepanjang musim panas ini relatif terhindar dari gelombang panas besar dibanding Prancis dan Spanyol โ akan menghadapi "hari-hari sulit". Peringatan itu kini menjadi kenyataan. Kombinasi suhu tinggi, kekeringan berkepanjangan, dan angin kencang menjadikan kawasan Mediterania, termasuk Yunani, rentan terbakar setiap musim panas. Kondisi geografis Yunani yang terdiri dari ratusan pulau juga mempersulit mobilisasi cepat tim darurat.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah fenomena El Nino yang kerap memicu kekeringan. Sistem peringatan dini, koordinasi lintas sektor, dan edukasi masyarakat untuk mematuhi instruksi evakuasi menjadi pelajaran berharga yang bisa dipetik dari pengalaman Yunani. Ketika warga setempat awalnya menolak dievakuasi, nyawa taruhannya; 300 orang akhirnya harus diselamatkan dari laut.
Ke depan, pertanyaan besarnya bukan hanya bagaimana Yunani memadamkan api yang masih berkobar, tetapi juga bagaimana negara-negara rawan kebakaran, termasuk Indonesia, mampu membangun ketahanan iklim yang lebih baik. Apakah investasi dalam teknologi pemadaman dan manajemen lahan akan ditingkatkan sebelum musim kemarau tiba? Atau akankah setiap musim panas selalu diwarnai asap dan duka?



