Wu Yize Lolos ke Semifinal Shanghai Masters Meski Dibayangi Kesalahan
Baca dalam 60 detik
- Serial delapan episode adaptasi novel David Nicholls ini dibintangi Claire Foy dan Matthew Macfadyen sebagai dua orang yang menemukan cinta di tengah perjalanan lintas alam Inggris.
- Produksi bersama BBC dan STARZ ini digarap oleh sutradara Lenny Abrahamson, dengan pujian atas naskah yang cerdas dan akting yang memikat.
- Belum ada tanggal tayang, namun proyek ini dinantikan sebagai tontonan romantis yang relevan bagi pemirsa dewasa di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Juara dunia snooker asal China, Wu Yize, memastikan langkahnya ke babak semifinal Shanghai Masters setelah menekuk Shaun Murphy dengan skor 6-5 dalam pertandingan yang sarat ketegangan, Selasa (17/6). Meski mengaku tampil kurang maksimal dan membuat banyak kesalahan, pemain berusia 22 tahun itu mampu mengamankan kemenangan di frame penentuan.
Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi Wu dan Murphy sejak final Kejuaraan Dunia pada Mei lalu, yang juga dimenangi Wu secara dramatis. Dalam laga kali ini, Wu sempat unggul 3-1, lalu tertinggal 4-5, sebelum memaksakan frame penentuan lewat break kelimanya yang melewati 50 poin. Di frame terakhir, Murphy yang memimpin 62-29 melakukan kesalahan tak terduga saat memukul red, dan Wu memanfaatkan peluang itu dengan dingin untuk menyapu bersih meja dan menang.
โHasilnya memang bagus dan saya menang, tapi saya tidak pernah benar-benar mengontrol pertandingan. Semoga saya bisa menemukan ritme lagi di semifinal,โ ujar Wu seusai laga. Ia juga mengakui banyak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. โJujur, saya tidak menyangka mendapat kesempatan kedua di frame terakhir. Saya cukup terkejut saat Shaun meleset.โ
Ketidakstabilan permainan Wu menjadi perhatian tersendiri. Analis menilai sang juara dunia masih mencari konsistensi setelah menghadapi tekanan sebagai pemain nomor satu. Di sisi lain, semifinal akan mempertemukannya dengan Judd Trump, yang dalam laga sebelumnya tampil sempurna menghabisi John Higgins 6-0 tanpa balas. Trump memukau penonton dengan tiga century break beruntun di tiga frame terakhir, menunjukkan performa puncak yang membuatnya menjadi favorit.
Dominasi pemain China dalam turnamen ini juga ditunjukkan oleh Zhao Xintong, juara dunia 2025, yang meluluhlantakkan Neil Robertson 6-0 dengan break tertinggi 117. Zhao akan berhadapan dengan juara bertahan Kyren Wilson di semifinal. Wilson sendiri sukses bangkit dari defisit 3-5 untuk menjungkalkan Mark Williams, veteran tiga kali juara dunia, lewat break 61, 54, dan 113 di frame penentuan.
Pencapaian Wu dan Zhao menjadi bukti nyata kekuatan snooker Asia kala ini. Bagi Indonesia, prestasi ini bisa menjadi pelecut minat terhadap olahraga biliar, khususnya snooker yang mulai digemari di kalangan anak muda. Federasi Biliar Indonesia terus mendorong pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat Asia, mengingat turnamen seperti Shanghai Masters kerap menjadi barometer kemampuan pemain dunia.
Dengan semifinal yang mempertemukan Wu versus Trump dan Wilson kontra Zhao, turnamen musim ini masih menyisakan banyak drama. Akankah Wu mampu memperbaiki konsistensinya atau justru Trump yang akan melaju ke final? Pertandingan akan berlangsung Kamis mendatang dan layak dinantikan.



