Pajari Ukir Sejarah di Kandang Sendiri, Raih Kemenangan Kedua Beruntun di WRC Finlandia
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Toyota asal Finlandia, Sami Pajari, mencatatkan kemenangan kandang pertamanya di WRC Finlandia, sekaligus menjadi kemenangan ke-200 bagi pembalap Finlandia di ajang tersebut.
- Kemenangan ini mengangkat Pajari ke posisi kedua klasemen, hanya terpaut 30 poin dari pemimpin klasemen Elfyn Evans, setelah rival utamanya Sebastien Ogier tersingkir akibat kecelakaan.
- Dengan dominasi Toyota di podium, persaingan menuju gelar juara dunia semakin memanas, dan putaran berikutnya di Paraguay akan menjadi ujian krusial bagi para kontestan.

JYVASKYLA, LYNDHUB โ Sami Pajari menorehkan namanya dalam buku sejarah World Rally Championship (WRC) dengan merebut kemenangan di kandang sendiri, Reli Finlandia, Minggu (3/8). Kemenangan ini bukan hanya yang kedua beruntun baginya setelah sukses di Estonia dua pekan lalu, tetapi juga menjadi kemenangan ke-200 bagi pembalap Finlandia sejak ajang ini bergulir pada 1951. Pajari, yang mengendarai Toyota GR Yaris Rally1, finis dengan keunggulan 26,7 detik atas rekan setimnya, Oliver Solberg, dalam balapan yang penuh drama dan insiden.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Pajari, yang sebelumnya harus puas menjadi saksi keperkasaan para seniornya. "Memenangkan reli di Estonia adalah hal besar, tetapi menang di rumah sendiri selalu terasa berbeda," ujarnya usai balapan. Ia mengakui bahwa kemenangan kandang bukanlah hal mudah bagi pembalap Finlandia, tetapi setelah melewati akhir pekan yang gila, ia berhasil mewujudkannya. Pajari mewarisi posisi terdepan pada Sabtu setelah rekan setimnya sekaligus juara bertahan, Sebastien Ogier, mengalami kecelakaan hebat saat memimpin nyaman. Ogier sendiri dinyatakan selamat setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Di sisi lain, pemimpin klasemen Elfyn Evans berhasil menyelesaikan reli di posisi ketiga, melengkapi podium bersih untuk Toyota. Evans, yang sempat terguling pada Sabtu, tetap mampu mengamankan poin bonus dengan memenangi Power Stage terakhir. "Kami berterima kasih kepada mekanik yang memperbaiki mobil kemarin siang," kata Evans, mengapresiasi kerja keras timnya. Hasil ini memperpanjang keunggulannya di klasemen menjadi 30 poin atas Pajari, yang kini naik ke posisi kedua. Sementara itu, Takamoto Katsuta dari Jepang turun ke posisi ketiga dengan defisit 41 poin dari Evans.
Persaingan di belakang juga tak kalah sengit. Adrien Fourmaux dan Thierry Neuville dari Hyundai masing-masing finis keempat dan kelima, sementara Katsuta harus puas di posisi keenam setelah menabrak pohon di stage terakhir. "Saya mencoba menghindari batu di bagian dalam, tapi akhirnya menabrak pohon. Akhir pekan yang buruk," keluh Katsuta. Pembalap Irlandia Josh McErlean finis ketujuh untuk M-Sport Ford, dan Jari-Matti Latvala dari Toyota melengkapi posisi kedelapan. Dengan hasil ini, Evans kini mengoleksi 201 poin, diikuti Pajari dengan 171, Katsuta 160, dan Solberg 156. Ogier, yang masih dalam pemulihan, berada di angka 139 poin.
Bagi penggemar dan pengamat di Indonesia, dominasi Toyota di WRC tahun ini menunjukkan kekuatan pabrikan Jepang yang juga sangat populer di pasar otomotif Tanah Air. Keberhasilan Pajari, yang merupakan produk dari program pengembangan pembalap Toyota, bisa menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia yang bercita-cita menembus kancah dunia. Meski Indonesia belum memiliki wakil di WRC, antusiasme terhadap reli di Asia Tenggara terus tumbuh, dan ajang seperti Asia Pacific Rally Championship bisa menjadi batu loncatan.
Putaran berikutnya akan digelar di Paraguay pada 27-30 Agustus. Dengan selisih poin yang masih ketat di klasemen, Evans tentu ingin memperlebar jarak, sementara Pajari dan Ogier akan berusaha mengejar. Pertanyaannya, mampukah Pajari mempertahankan performa impresifnya di lintasan gravel Amerika Selatan yang asing? Atau akankah Ogier bangkit dan kembali menjadi ancaman serius? Musim WRC 2025 masih menyimpan banyak cerita.



