Serangan Drone Pertama di Mesir: Kapal LNG AS Terbakar di Pelabuhan Damietta
Baca dalam 60 detik
- Mesir mengonfirmasi kebakaran di Pelabuhan Damietta pada Rabu (30/7) disebabkan serangan drone, menandai pertama kalinya negara itu menjadi sasaran sejak perang Timur Tengah meluas.
- Dua kapal gas terkena dampak: kapal penyimpanan dan regasifikasi Energos Winter milik AS serta kapal tanker GasLog Salem, keduanya telah dipindahkan ke lepas pantai.
- Serangan terjadi saat ketegangan AS-Iran kembali memanas setelah jeda singkat, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu rantai pasok energi global.

Pemerintah Mesir untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa kebakaran hebat yang melanda Pelabuhan Damietta pada Rabu (30/7) dipicu oleh serangan drone, menandai eskalasi baru dalam konflik Timur Tengah yang sebelumnya tidak menyentuh wilayah negara tersebut. Insiden ini menimpa dua kapal gas yang berlabuh di pelabuhan strategis di pesisir Laut Tengah itu, memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran ke jalur energi global.
Kantor Perdana Menteri Mesir dalam pernyataan resmi Kamis (31/7) mengungkapkan bahwa penyelidikan awal memastikan kebakaran berasal dari serangan drone, meskipun belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. “Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan keadaan insiden dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan dan keamanan nasional Mesir,” bunyi pernyataan kabinet. Otoritas pelabuhan menegaskan operasi tetap berjalan normal pasca-serangan.
Menurut laporan dari perusahaan pemantau keamanan swasta asal Inggris, Ambrey, serangan itu menargetkan kapal penyimpanan LNG terapung milik perusahaan AS yang dioperasikan oleh Amerika Serikat. Kapal tersebut diidentifikasi sebagai Energos Winter, sebuah unit penyimpanan dan regasifikasi, sementara kapal kedua yang terbakar adalah kapal tanker GasLog Salem. Kedua kapal telah dipindahkan ke lepas pantai setelah insiden, menurut data dari Keplr. Mantan Kepala Otoritas Pelabuhan Damietta, Mayor Jenderal Ayman Salah, menjelaskan kepada AFP bahwa kapal regasifikasi itu ditambatkan di samping kapal tanker LNG di pelabuhan. “Proses regasifikasi berlangsung di bawah tekanan yang sangat tinggi,” katanya, menambahkan bahwa kebocoran sekecil apa pun dapat memicu kebakaran.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran setelah jeda singkat yang bertujuan menghidupkan kembali negosiasi. Iran meluncurkan rentetan rudal ke aset-aset AS di Yordania, sementara Washington membalas dengan “gelombang serangan berat” terhadap Republik Islam tersebut. Mesir, yang selama ini relatif aman dari serangan langsung, kini terseret dalam pusaran konflik regional yang semakin meluas. Para analis menilai bahwa serangan drone ini menandakan perubahan taktik aktor non-negara atau negara yang ingin memperluas medan perang tanpa memicu konfrontasi langsung.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah yang menjadi pemasok utama minyak dan gas bumi. Mesir merupakan salah satu produsen LNG penting di Afrika, dan gangguan di Pelabuhan Damietta berpotensi mempengaruhi pasokan gas global, termasuk ke Asia. Meskipun operasi pelabuhan diklaim normal, kekhawatiran akan keselamatan pelayaran di Laut Tengah meningkat. “Serangan seperti ini bisa memicu lonjakan premi asuransi untuk kapal-kapal yang melintasi rute tersebut, yang pada akhirnya akan dibebankan ke harga energi,” ujar seorang pengamat energi dari Universitas Indonesia.
Pertanyaan besar kini mengemuka: apakah serangan ini merupakan aksi terisolasi atau bagian dari strategi yang lebih luas untuk menekan sekutu AS di kawasan? Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, namun pola serangan drone terhadap aset energi AS di Timur Tengah telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Mesir, yang selama ini menjadi mediator konflik, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa wilayahnya tidak lagi steril dari dampak perang proksi. Langkah keamanan tambahan di pelabuhan-pelabuhan strategis Mesir pun menjadi keniscayaan.



