Control Resonant: 30 Jam Pertarungan Jarak Dekat, Bukan Sekadar Soulslike
Baca dalam 60 detik
- Remedy Entertainment mengonfirmasi Control Resonant memiliki kampanye utama 30 jam, dengan tambahan 20 jam untuk penyelesaian 100 persen.
- Game ini mengadopsi sistem pertarungan jarak dekat ala Devil May Cry, meninggalkan gaya tembak-menembak dari seri sebelumnya.
- Senjata utama bernama Aberrant dapat berubah bentuk menjadi palu, pedang, atau sabit, memungkinkan variasi kombo yang luas.

Remedy Entertainment akhirnya membuka tabir lebih dalam mengenai Control Resonant, sekuel dari Control yang dirilis pada 2019. Dalam wawancara eksklusif dengan TechRadar, desainer gameplay Sergey Mohov menegaskan bahwa game ini bukanlah Soulslikeโmelainkan action game yang mendorong pemain untuk terus menyerang tanpa jeda. Dengan durasi kampanye mencapai 30 jam, atau 50 jam bagi mereka yang ingin menyelesaikan seluruh misi sampingan, Remedy tampaknya ingin memberikan pengalaman yang lebih panjang dan padat dari pendahulunya.
Perubahan paling mencolok ada pada sistem pertarungan. Jika Control mengandalkan senjata api dan kekuatan telekinetik, Control Resonant justru berfokus pada pertarungan jarak dekat. Pemain akan mengendalikan Dylan Faden, saudara laki-laki Jesse Faden, yang menggunakan senjata bernama Aberrant. Senjata ini bisa berubah bentuk menjadi berbagai macam alat, seperti palu, pedang, sabit, atau bahkan kepalan tangan, sehingga pemain dapat menciptakan kombo yang bervariasi sesuai gaya bermain masing-masing.
Menurut Mohov, serangan jarak dekat tidak hanya berfungsi sebagai alat ofensif, tetapi juga menjadi sumber energi untuk kemampuan supernatural. Artinya, semakin agresif pemain menyerang, semakin cepat pula kekuatan khusus terisi ulang. Desain ini menciptakan siklus pertarungan yang cair antara pukulan fisik dan serangan sihir, tanpa perlu menunggu cooldown yang lama. Remedy membandingkan gaya bermain ini dengan Devil May Cry atau Bayonetta, bukan Dark Souls yang cenderung defensif.
Remedy juga memastikan bahwa Control Resonant tidak akan memiliki sistem inventaris yang kompleks. Sebagai gantinya, pemain akan disuguhi pohon keterampilan (skill tree) dan opsi kustomisasi yang luas, memungkinkan penyesuaian gaya bertarung tanpa harus repot mengatur perlengkapan. Keputusan ini diambil agar pemain tetap fokus pada aksi cepat dan tidak terganggu oleh menu yang berbelit-belit.
Bagi penggemar di Indonesia, kehadiran Control Resonant menjadi angin segar di tengah dominasi game open-world dan battle royale. Meski belum ada tanggal rilis pasti, rumor menyebutkan game ini akan hadir di PC dan konsol generasi terbaru pada akhir 2025. Pertanyaannya, akankah Remedy mampu mempertahankan kualitas narasi khas mereka di tengah perubahan drastis sistem pertarungan? Atau justru langkah ini akan membuat Control Resonant kehilangan identitasnya? Hingga pengumuman resmi, para penggemar hanya bisa menunggu dan berharap.



