Dua Klub Premier League Berebut Youssouf Fofana: AC Milan Pasang Harga Murah
Baca dalam 60 detik
- Everton dan Crystal Palace mendapat lampu hijau dari AC Milan untuk merekrut gelandang Youssouf Fofana dengan banderol hanya €20 juta.
- Crystal Palace lebih mendesak karena berpotensi kehilangan Adam Wharton, sementara Everton butuh tambahan kedalaman skuad untuk bersaing di Eropa.
- Harga murah mencerminkan performa Milan yang kurang konsisten musim lalu, namun Fofana tetap menjadi opsi menarik di bursa transfer.

Dua klub Premier League, Everton dan Crystal Palace, kini bersaing mendapatkan tanda tangan gelandang AC Milan, Youssouf Fofana, setelah raksasa Italia itu memberi lampu hijau untuk kepergiannya dengan harga yang dianggap murah, hanya €20 juta atau sekitar £17 juta.
Kedua tim asal Inggris tersebut memulai bursa transfer musim panas dengan lamban. Crystal Palace baru mendatangkan satu pemain gratis, Oscar Mingueza, sementara Everton masih belum bergerak signifikan. Situasi ini membuat perburuan Fofana menjadi krusial, terutama bagi Palace yang menghadapi ancaman kehilangan gelandang andalan mereka, Adam Wharton, sebelum musim dimulai.
Menurut laporan jurnalis Daniele Longo yang dikutip Sport Witness, AC Milan siap melepas Fofana jika ada tawaran senilai €20 juta. Angka tersebut tergolong murah untuk pemain berusia 27 tahun yang telah malang melintang di level tertinggi, termasuk tampil di Liga Champions. Musim lalu, meskipun Milan gagal finis di empat besar Serie A, Fofana mencatatkan lima kontribusi gol (gol dan assist) serta rata-rata hampir empat sentuhan di kotak penalti lawan per pertandingan—menunjukkan naluri menyerangnya sebagai gelandang box-to-box.
Bagi Crystal Palace, kebutuhan akan Fofana lebih mendesak. Selain ancaman hengkangnya Wharton, lini tengah Palace dinilai kurang kreatif dalam membangun serangan. Fofana, yang dikenal gemar memajukan bola, bisa menjadi pengganti instan. Sementara itu, Everton sebenarnya sudah memiliki lini tengah yang solid dengan kehadiran James Garner dan Hayden Hackney. Namun, jika ingin bersaing merebut tiket Eropa, kedalaman skuad menjadi prioritas. Manajer David Moyes bisa memanfaatkan Fofana sebagai mitra Garner di lini tengah.
Menariknya, Everton juga tengah mempertimbangkan merekrut Liam Delap dari Chelsea untuk menambah daya gedor lini depan. Beto dan Thierno Barry dinilai kurang konsisten musim lalu, sehingga mendatangkan striker baru menjadi agenda utama pemilik baru, Friedkin Group. Namun, bursa transfer masih panjang, dan keputusan akhir akan bergantung pada prioritas klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan di bursa transfer Premier League selalu menarik dicermati. Banyak pemain yang kemudian menjadi langganan tim nasional atau bahkan pindah ke liga lain yang lebih dekat dengan Asia. Fofana, yang sempat dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa, memilih langkah yang lebih realistis dengan membuka peluang ke Inggris. Jika transfer ini terwujud, ia akan menjadi salah satu gelandang termurah yang pindah ke Premier League musim panas ini.
Ke depan, persaingan antara Everton dan Crystal Palace akan menjadi ujian bagi kedua klub dalam meyakinkan Fofana. Apakah harga murah ini akan dimanfaatkan Palace yang lebih agresif, atau justru Everton yang akan bergerak cepat? Atau mungkinkah muncul klub lain yang ikut menawar? Bursa transfer masih menyisakan kejutan.



