Bundesliga Cetak Rekor Penjualan Tiket: 21,4 Juta Ludes dalam Semusim
Baca dalam 60 detik
- Sepanjang musim 2025/26, sepak bola profesional Jerman menjual 21,4 juta tiket, tertinggi sepanjang sejarah.
- Bundesliga mencatat rata-rata 41.562 penonton per laga, unggul jauh dari La Liga dan Serie A.
- Promosi FC Köln dan HSV ke kasta tertinggi menjadi pendorong utama lonjakan angka penjualan.

Sepak bola Jerman kembali membuktikan diri sebagai kiblat antusiasme penonton. Sepanjang musim 2025/26, total 21.404.258 tiket terjual di seluruh kompetisi profesional—rekor baru yang melampaui capaian musim-musim sebelumnya. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan daya tarik Bundesliga yang tak pernah surut, bahkan di tengah persaingan dengan liga-liga top Eropa lainnya.
Bundesliga sendiri menyumbang 12.718.097 tiket, naik 9,1 persen dibanding musim 2024/25 yang hanya 11.653.239 tiket. Rata-rata penonton per pertandingan pun meroket menjadi 41.562 orang, dari sebelumnya 38.082. Sementara itu, Bundesliga 2 mencatat penurunan tipis menjadi 8.686.161 tiket (rata-rata 28.386), akibat promosi dua klub bermassa besar—FC Köln dan Hamburg—ke kasta tertinggi. Kedua tim ini menggantikan Darmstadt dan Holstein Kiel yang terdegradasi, dengan kapasitas stadion yang jauh lebih besar.
Dari sisi okupansi, Bundesliga mencatat tingkat hunian stadion rata-rata 96,1 persen, naik tipis 0,2 persen dari musim lalu. Union Berlin, Bayer Leverkusen, Bayern Munich, dan St. Pauli menjadi klub dengan okupansi 100 persen. Dari 18 klub Bundesliga, 16 di antaranya mencatat okupansi di atas 90 persen. Di Bundesliga 2, Preußen Münster memimpin dengan hampir 100 persen, disusul Schalke dengan 99 persen.
Namun, dalam jumlah absolut, Borussia Dortmund tetap menjadi raja penonton dengan rata-rata hampir 80.000 penonton per laga. Bayern Munich menyusul dengan sekitar 75.000, dan Hamburg dengan 56.900. Di Bundesliga 2, Schalke menjadi yang terdepan dengan lebih dari 61.000 penonton, unggul jauh dari Hertha Berlin (47.000) dan Kaiserslautern (46.000).
Dibandingkan liga-liga Eropa lainnya, Bundesliga kembali unggul. Rata-rata penonton mingguan Bundesliga (41.562) jauh melampaui La Liga Spanyol (30.945) dan Serie A Italia (30.084), menurut data resmi CIES. Menariknya, harga tiket Bundesliga masih tergolong ramah di kantong. Tiket berdiri hanya €12,27, sementara tiket duduk €37,14. Di Bundesliga 2, harga tiket justru turun tipis menjadi rata-rata €24,34.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pencapaian ini menegaskan bahwa Bundesliga bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga budaya menonton yang inklusif dan terjangkau. Model tiket murah dengan fasilitas transportasi umum terintegrasi bisa menjadi inspirasi bagi Liga Indonesia yang masih bergulat dengan okupansi stadion rendah dan harga tiket yang kerap dikeluhkan suporter. Pertanyaan besarnya: mampukah Liga 1 meniru resep Jerman untuk mendongkrak animo penonton di tengah gempuran hiburan digital?



