Celah Keamanan Azure CosmosDB Terpapar, Ribuan Pelanggan Microsoft Terancam
Baca dalam 60 detik
- Perusahaan keamanan siber Wiz menemukan celah kritis di layanan database cloud Microsoft Azure CosmosDB yang berpotensi membocorkan data ribuan pelanggan.
- Microsoft mengklaim telah menambal kerentanan tersebut dan belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan data pelanggan.
- Temuan ini menambah daftar panjang kerentanan cloud yang mengancam keamanan data perusahaan, termasuk di Indonesia yang banyak menggunakan layanan Microsoft.

WASHINGTON โ Sebuah celah keamanan kritis ditemukan di layanan database andalan Microsoft, Azure CosmosDB, yang berpotensi membuka akses tak sah ke data ribuan pelanggan korporat. Perusahaan keamanan siber Wiz, yang dimiliki oleh Alphabet, mengungkapkan bahwa kerentanan tersebut telah ditambal, namun dampaknya bisa sangat luas jika dieksploitasi sebelum ditemukan.
Dalam laporan yang dipublikasikan Kamis (30/7), Wiz menjelaskan bahwa celah tersebut memungkinkan peretas untuk mengakses dan mengubah data dari jarak jauh tanpa otentikasi yang memadai. CosmosDB merupakan layanan database yang digunakan oleh banyak perusahaan besar untuk mendukung aplikasi seperti chatbot, mesin rekomendasi e-commerce, dan layanan web. Microsoft sendiri mengandalkan CosmosDB untuk produk-produknya seperti Microsoft Teams dan Copilot.
Menurut Ami Luttwak, Chief Technology Officer Wiz, hampir semua aplikasi cloud yang dibangun di atas infrastruktur Microsoft menggunakan CosmosDB. โKetika Anda membangun di cloud, dan di atas Microsoft, biasanya data Anda ada di CosmosDB,โ ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya layanan tersebut dan seberapa besar risiko yang dihadapi jika celah serupa muncul kembali.
Microsoft dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa masalah telah โsepenuhnya diatasiโ bekerja sama dengan Wiz. Mereka juga mengklaim tidak menemukan bukti adanya dampak terhadap pelanggan berdasarkan investigasi internal. Namun, perusahaan tidak merinci berapa banyak pengguna yang mungkin terpengaruh, sementara CosmosDB diperkirakan melayani ribuan pelanggan di seluruh dunia.
Temuan ini bukan yang pertama. Pada 2021, Wiz juga menemukan kerentanan serupa di CosmosDB yang memungkinkan akses massal ke data pengguna. Setahun kemudian, peneliti Dirk-jan Mollema menemukan celah lain yang bisa menyebabkan pembajakan akun cloud Microsoft secara massal. Pola ini menunjukkan bahwa keamanan layanan cloud masih menjadi tantangan besar, bahkan bagi penyedia terbesar sekalipun.
Para peneliti keamanan independen menilai temuan ini serius. Karl Fosaaen, Senior Vice President di NetSpi, mengatakan bahwa CosmosDB menyimpan banyak data sensitif. โIni tidak bagus,โ katanya, seraya menambahkan bahwa temuan semacam ini terjadi secara periodik di berbagai layanan cloud. Sementara itu, Vaisha Bernard, salah satu pemilik Eye Security, menekankan bahwa jika celah ini ditemukan oleh peretas sebelum Wiz, โmereka pasti bisa menyebabkan kerusakan yang cukup parah.โ
Bagi Indonesia, temuan ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan data di era cloud. Banyak perusahaan dan instansi pemerintah Indonesia menggunakan layanan Microsoft Azure untuk menyimpan data strategis. Jika celah serupa muncul dan tidak segera ditambal, risiko kebocoran data nasabah, data kesehatan, hingga data pemerintahan bisa mengancam. Regulator seperti Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) perlu mendorong audit keamanan berkala terhadap layanan cloud yang digunakan di dalam negeri.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Microsoft akan meningkatkan transparansi mengenai insiden keamanan semacam ini. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke cloud, kepercayaan terhadap keamanan infrastruktur digital menjadi krusial. Apakah penambalan cepat sudah cukup, atau diperlukan standar keamanan yang lebih ketat? Jawabannya akan menentukan masa depan adopsi cloud di Indonesia dan global.



