Pogacar Kian Dekat Sejarah: Rekor Alpe d'Huez Runtuh, Kemenangan Kelima di Depan Mata
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar mencetak rekor pendakian Alpe d'Huez tercepat (35 menit 27 detik) dan memenangi stage 19 Tour de France, memperkuat posisinya di puncak klasemen.
- Catatan waktu tersebut memecahkan rekor legenda Marco Pantani tahun 1997, sekaligus membawa Pogacar hanya selangkah lagi menyamai lima gelar juara Tour de France.
- Pembalap Slovenia itu unggul 7 menit 11 detik dari Remco Evenepoel, sementara Richard Carapaz merebut jersey King of the Mountains setelah tampil agresif.

Tadej Pogacar semakin memantapkan langkahnya menuju rekor kemenangan kelima Tour de France setelah menaklukkan Alpe d'Huez dengan catatan waktu tercepat sepanjang sejarah. Pada stage 19, Jumat (25/7/2025), pembalap UAE Team Emirates-XRG itu mencetak waktu 35 menit 27 detik di tanjakan ikonik sepanjang 13,8 kilometer, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Marco Pantani sejak 1997.
Kemenangan ini membuat Pogacar kian kokoh di puncak klasemen umum dengan selisih 7 menit 11 detik atas Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe). Padahal, Evenepoel tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan di tanjakan. Namun, ia tetap tak mampu menandingi dominasi Pogacar yang tampil agresif sejak awal. "Sungguh luar biasa bisa menang di sini. Atmosfernya gila di sepanjang tanjakan," ujar Pogacar usai balapan.
Pogacar yang masih berusia 27 tahun itu kini hanya butuh satu stage lagi untuk menyamai rekor lima gelar Tour de France milik Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain. Stage 20 pada Sabtu (26/7) akan menjadi penentuan, dengan rute yang lebih berat termasuk pendakian Alpe d'Huez untuk kedua kalinya ditambah tiga tanjakan super curam yang bahkan tak tergolong dalam kategori standar.
Kisah heroik juga datang dari Adam Yates, rekan setim Pogacar asal Inggris. Yates sebelumnya jatuh sakit setelah stage 16 dan nyaris kehilangan satu jam di klasemen. Namun, ia bangkit dan menjadi "satelit" yang membantu Pogacar di akhir tanjakan. "Adam memberi dorongan moral besar. Saya sangat senang dia kembali setelah hari yang buruk di time trial," kata Pogacar. Ketangguhan Yates menjadi bukti loyalitasnya sejak bergabung dengan UAE pada 2023.
Di sisi lain, balapan sengit juga terjadi di lapangan domestik. Richard Carapaz (EF Education-Easypost) tampil impresif dengan finis ketiga sekaligus merebut jersey polkadot King of the Mountains setelah unggul satu poin dari Pogacar. Sementara itu, Mads Pedersen (Lidl-Trek) mempertahankan jersey hijau poin klasifikasi dengan memperlebar jarak dari Jasper Philipsen.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, pencapaian Pogacar ini menjadi tontonan yang mendebarkan. Meski belum ada pembalap Indonesia yang berlaga di Tour de France, semangat kompetisi dan strategi tim seperti yang ditunjukkan UAE Team Emirates bisa menjadi pelajaran berharga. Popularitas Tour de France di tanah air terus tumbuh, terutama sejak siaran langsung dapat diakses melalui berbagai platform streaming.
Stage 20 yang akan digelar Sabtu nanti diprediksi menjadi ujian terberat. Rute sepanjang sekitar 150 kilometer mencakup pendakian Alpe d'Huez dari sisi lain dengan tanjakan yang lebih curam, ditambah dua tanjakan ekstra di akhir. Pogacar harus menjaga konsentrasi, sebab satu kesalahan bisa mengubah segalanya. Apakah ia akan berhasil mengunci gelar kelima dan mencatatkan namanya dalam legenda? Semua mata akan tertuju pada pegunungan Alpen Prancis.



