Lazio Comeback Dramatis di Kandang Udinese, Kunci Posisi Tiga Klasemen Serie A
Baca dalam 60 detik
- Lazio membalikkan ketertinggalan 0-1 menjadi kemenangan 2-1 atas Udinese di Bluenergy Stadium, berkat gol Frattesi dan Gudmundsson di babak kedua.
- Hasil ini menempatkan Lazio di peringkat ketiga dengan 9 poin, sejajar dengan Inter Milan dan AS Roma yang memuncaki klasemen sementara Serie A.
- Kemenangan ini mempertegas ambisi Lazio bersaing di papan atas, sekaligus menjadi sinyal bagi pengamat sepak bola Indonesia tentang dinamika persaingan liga Eropa.

Lazio menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat scudetto musim ini setelah menundukkan tuan rumah Udinese dengan skor 2-1 di Bluenergy Stadium, Selasa (29/9/2026) dini hari WIB. Tertinggal lebih dahulu, tim asuhan Marco Baroni mampu membalikkan keadaan lewat aksi Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson di penghujung laga.
Kemenangan ini membawa Lazio bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan koleksi sembilan poin, sama dengan Inter Milan di posisi kedua dan AS Roma yang memimpin. Selisih gol menjadi pembeda di antara ketiganya, sebuah indikasi bahwa persaingan papan atas musim ini berlangsung sangat ketat sejak pekan-pekan awal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini bukan sekadar tontonan. Dinamika Serie A kerap menjadi barometer kualitas liga Eropa yang banyak diikuti, sekaligus cermin bagaimana klub-klub Italia beradaptasi dengan tekanan kompetitif. Kehadiran pemain-pemain baru seperti Gudmundsson yang langsung memberi dampak juga menunjukkan pentingnya strategi rekrutmen di bursa transfer.
Jalannya pertandingan memperlihatkan intensitas tinggi sejak babak pertama. Kedua tim saling menekan, dengan kiper masing-masing tampil gemilang. Maduka Okoye menggagalkan tendangan bebas Mattia Zaccagni, sementara Christos Mandas beberapa kali memblok peluang Keinan Davis dan Hassane Kamara. Cedera juga mewarnai laga: Udinese kehilangan Jakub Piotrowski dan Oumar Solet, sedangkan Lazio terpaksa menarik Andrea Pinamonti pada menit ke-53.
Udinese unggul lebih dulu empat menit setelah jeda. Davis mengirim umpan terukur kepada Jesper Karlstrom yang berdiri bebas di kotak penalti, dan gelandang asal Swedia itu menuntaskannya dengan tenang. Keunggulan tersebut bertahan hingga menit ke-75, ketika Zaccagni memberikan umpan matang kepada Frattesi. Gelandang timnas Italia itu melepaskan tembakan first-time ke sudut atas gawang Udinese, memaksa skor berubah 1-1.
Keputusan pelatih Lazio menarik Frattesi lima menit berselang dan memasukkan Gudmundsson terbukti tepat. Pemain asal Islandia itu menjadi aktor penentu di menit akhir, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah untuk memastikan tiga poin. Gol tersebut sekaligus mempertahankan rekor sempurna Lazio di Serie A musim ini.
โKami tahu laga ini akan sulit, tetapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa untuk bangkit dari ketertinggalan. Ini modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya,โ ujar salah satu staf pelatih Lazio seusai pertandingan.
Kemenangan ini menempatkan Lazio dalam posisi strategis di awal musim. Namun, konsistensi menjadi kata kunci. Dengan jadwal padat dan lawan-lawan berat menanti, pertanyaan besarnya adalah apakah Lazio mampu mempertahankan performa ini hingga akhir musim? Bagi para pengamat, jawabannya akan menentukan apakah tim ibu kota ini benar-benar layak diperhitungkan sebagai penantang gelar, atau hanya sekadar penampilan awal yang menyesatkan.



