Bundesliga Fantasy Manager 2026/27: Sistem Poin Baru, Dribel Sukses hingga Gol Jarak Jauh Dihitung
Baca dalam 60 detik
- Bundesliga memperkenalkan sistem penilaian baru untuk Fantasy Manager musim 2026/27, dengan penambahan kategori seperti dribel sukses, peluang besar tercipta, dan gol dari luar kotak penalti.
- Poin untuk assist pemain tengah turun dari 60 menjadi 40, sementara waktu bermain kini memengaruhi perolehan poin untuk clean sheet dan gol tim secara proporsional.
- Perubahan ini membuat peringkat pemain berubah: Michael Olise tetap menjadi yang teratas dengan 8.700 poin (turun dari 9.283) jika menggunakan aturan baru.

Bundesliga resmi memperbarui sistem perolehan poin dalam Fantasy Manager untuk musim 2026/27, yang hanya bisa diakses melalui aplikasi resmi Bundesliga. Pembaruan ini dirancang agar poin yang diraih pemain lebih mencerminkan kontribusi nyata mereka di lapangan, tidak lagi sekadar mengandalkan gol dan assist semata.
Dalam sistem baru, sejumlah kategori baru ditambahkan, seperti "goal created" (kontribusi signifikan sebelum assist), "indirect assist" (umpan yang membentur lawan atau tiang sebelum gol), "big chance created" (peluang emas yang diciptakan), dan "long-range goal" (bonus untuk gol dari luar kotak penalti). Selain itu, dribel sukses kini dihitung sebagai poin positif, sementara pemain yang gagal memanfaatkan peluang emas akan mendapat poin negatif. Kategori "ball recovery" (merebut bola) juga menjadi indikator baru untuk mengapresiasi kerja keras pemain bertahan.
Tak hanya itu, poin untuk assist pemain tengah mengalami penurunan drastis, dari 60 poin menjadi 40 poin. Penyesuaian serupa juga terjadi pada kategori-kategori lain. Bundesliga menyediakan data "Points last season" untuk setiap pemain berdasarkan aturan baru, sehingga manajer bisa membandingkan performa musim lalu dengan sistem yang akan berlaku. Sebagai contoh, Michael Olise yang menjadi pemain terbaik musim 2025/26 dengan 9.283 poin, jika dihitung ulang dengan aturan baru hanya memperoleh 8.700 poin—tetap menjadi yang tertinggi.
Perubahan signifikan lainnya adalah pengaruh waktu bermain terhadap poin untuk peristiwa tim, seperti clean sheet, gol kebobolan (poin negatif), dan gol tim. Poin dihitung secara proporsional berdasarkan menit bermain pemain dibandingkan total durasi pertandingan (termasuk waktu tambahan), dan selalu dibulatkan ke atas. Misalnya, seorang bek mendapat 40 poin untuk clean sheet jika bermain penuh, tetapi hanya 20 poin jika ia hanya bermain satu babak dan timnya tidak kebobolan. Aturan ini berlaku untuk empat kategori: clean sheet, gol kebobolan, gol tim, dan waktu bermain.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perubahan ini membawa implikasi menarik. Dengan semakin banyaknya pemain Asia yang merumput di Bundesliga—seperti winger asal Jepang atau Korea Selatan—sistem baru yang menghargai dribel dan ball recovery bisa menguntungkan pemain-pemain dengan gaya bermain lincah dan agresif. Selain itu, penurunan poin assist membuat pemain gelandang serang yang lebih banyak menciptakan peluang (big chance created) menjadi lebih bernilai dibanding sekadar pengumpan akhir. Manajer fantasy Indonesia perlu menyesuaikan strategi pemilihan pemain, terutama dalam memilih bek yang sering bermain penuh dan gelandang yang aktif merebut bola.
Dengan sistem yang lebih granular ini, Bundesliga Fantasy Manager 2026/27 diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih realistis dan menantang. Pertanyaan besarnya: akankah para manajer fantasy di Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat, atau justru akan kebingungan dengan bertambahnya variabel penilaian? Yang jelas, musim depan akan menjadi ujian bagi para penggemar untuk membaca statistik lebih dalam dari sekadar gol dan assist.



