Bek Timnas U-19 Jerman Luca Erlein Resmi Bergabung ke Bayer Leverkusen
Baca dalam 60 detik
- Luca Erlein (19) pindah dari Hoffenheim ke Bayer Leverkusen dengan kontrak hingga 2030.
- Bek tengah jebolan akademi Hoffenheim itu tampil penuh di final Euro U-19 2025 dan memiliki 12 caps.
- Bayer Leverkusen menambah amunisi muda di lini belakang di bawah pelatih anyar Carles Martínez.

Bayer Leverkusen resmi mengamankan jasa bek muda berusia 19 tahun asal Jerman, Luca Erlein, yang direkrut dari rival satu liga, Hoffenheim. Pemain tim nasional U-19 Jerman itu menandatangani kontrak berdurasi hingga Juni 2030, menjadikannya investasi jangka panjang klub.
Erlein menghabiskan delapan tahun berkembang di akademi Hoffenheim. Debut profesionalnya di tim utama terjadi pada Januari 2025, saat ia masuk sebagai pemain pengganti di ajang Liga Europa melawan Anderlecht. Meski baru satu kali tampil, potensinya sudah tercium oleh manajemen Leverkusen. “Luca adalah bek yang sangat berbakat, cerdas, dan kokoh. Kami senang transfer ini rampung,” ujar Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, Simon Rolfes.
Kepercayaan terhadap Erlein tak lepas dari pengalamannya di level internasional. Ia menjadi bagian dari skuad timnas U-19 Jerman yang melaju ke final Kejuaraan Eropa U-19 2025. Dalam turnamen itu, Erlein bermain penuh di setiap laga. Total ia telah mengoleksi 12 caps untuk tim U-19 Jerman, menjadikannya salah satu bek muda paling diandalkan di kelompok usianya.
Bagi Leverkusen, perekrutan ini sejalan dengan strategi klub yang kerap mengorbitkan pemain muda. Sejak era Kai Havertz dan Florian Wirtz, Leverkusen dikenal sebagai tempat persemaian bakat. Musim depan, Leverkusen akan ditangani pelatih anyar Carles Martínez yang sebelumnya menukangi tim B. Erlein diharapkan bisa bersaing di lini belakang yang sudah memiliki nama seperti Jonathan Tah dan Edmond Tapsoba.
Konteks menarik bagi penggemar sepak bola Indonesia: Bundesliga merupakan salah satu liga Eropa yang paling banyak diikuti di Indonesia. Langkah Leverkusen merekrut pemain muda Jerman seperti Erlein kembali menegaskan bahwa kompetisi Jerman tetap menjadi kawah candradimuka bagi talenta belia. Bagi anak-anak muda Indonesia yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kisah Erlein—dari akademi ke tim utama hingga pentas Eropa—bisa menjadi inspirasi nyata.
Dengan kontrak panjang hingga 2030, Bayer Leverkusen jelas tidak hanya membeli pemain, melainkan masa depan. Erlein akan berusaha memikat hati Martínez pada pramusim, sebelum Leverkusen memulai musim di DFB Cup melawan Wehen Wiesbaden pada 22 Agustus dan laga perdana Bundesliga melawan Elversberg sepekan kemudian. Akankah ia langsung mendapat tempat reguler, atau butuh waktu beradaptasi?



