Lintasan Kereta Bandara Bangkok Kembali Normal Setelah Gangguan Seharian
Baca dalam 60 detik
- Kereta bandara Bangkok beroperasi normal kembali pukul 22.07 setelah perbaikan sakelar rel dan evakuasi kereta penghalang.
- Insiden ini mendorong operator untuk mengganti komponen vital dan memperketat rencana kontinjensi guna mencegah gangguan serupa.
- Bagi wisatawan Indonesia yang transit di Bangkok, keandalan transportasi bandara menjadi perhatian utama mengingat frekuensi penerbangan yang tinggi.

Layanan Airport Rail Link yang menghubungkan Stasiun Phaya Thai dengan Bandara Suvarnabhumi di Bangkok kembali beroperasi penuh pada Rabu (22/7) pukul 22.07 waktu setempat, setelah teknisi berhasil mengatasi gangguan yang melumpuhkan rute tersebut sejak pagi hari.
Gangguan dipicu oleh kerusakan pada sakelar rel di titik putar balik dalam depo perawatan Khlong Tan. Tim spesialis dari State Railway of Thailand (SRT), SRT Electrified Train Company, dan Asia Era One—operator konsorsium—dikerahkan untuk memeriksa dan memperbaiki komponen tersebut. Selain itu, satu rangkaian kereta yang menghalangi akses masuk dan keluar sistem juga berhasil dievakuasi, sehingga lalu lintas kereta bisa kembali normal.
Gubernur SRT, Anan Phonimdeang, menyatakan bahwa pihaknya mendapat instruksi langsung dari Wakil Menteri Perhubungan Thailand untuk berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait dan memulihkan layanan secepat mungkin. Mobilisasi tenaga ahli dari sektor publik dan swasta berlangsung sepanjang hari, dan hasilnya layanan pulih pada malam hari.
Meski layanan sudah pulih, investigasi teknis mendalam masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kerusakan. Asia Era One menyatakan bahwa rakitan sakelar rel telah diperiksa dan diperbaiki sesuai standar keselamatan operasional di bawah pengawasan SRT. Perusahaan berencana mengganti seluruh rakitan sakelar di titik putar balik depo dan mengevaluasi kemungkinan perbaikan di area lain yang dianggap rentan terhadap masalah serupa.
Operator juga akan meninjau ulang jadwal kontinjensi dan rencana operasi cadangan guna mengurangi risiko gangguan di masa depan serta menjaga kepercayaan penumpang. Pihak operator menegaskan bahwa insiden ini tidak mengorbankan keselamatan penumpang.
Bagi pelancong Indonesia yang kerap transit di Bangkok menuju berbagai destinasi, keandalan Airport Rail Link menjadi faktor krusial. Dengan volume penerbangan dari Indonesia ke Thailand yang tinggi—terutama dari Jakarta, Denpasar, dan Surabaya—gangguan seperti ini dapat memicu keterlambatan koneksi penerbangan. Meski demikian, otoritas Thailand tampak sigap dalam penanganan, menunjukkan komitmen menjaga standar layanan transportasi bandara.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana perbaikan infrastruktur dan prosedur darurat ini mampu mencegah terulangnya gangguan serupa, terutama menjelang musim liburan akhir tahun yang biasanya meningkatkan jumlah penumpang.



