AS Tuding Perusahaan AI China Curi Teknologi Model Unggulan
Baca dalam 60 detik
- Penasihat sains Gedung Putih menuduh Moonshot AI melakukan 'distilasi' massal terhadap model Fable milik Anthropic untuk mengembangkan K3.
- Washington meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan AI China menjelang pertemuan Trump-Xi, dengan ancaman sanksi jika terbukti mencuri properti intelektual.
- Moonshot akan merilis K3 sebagai open-source pada 27 Juli, langkah yang bisa mempercepat adopsi AI murah di negara berkembang termasuk Indonesia.

Gedung Putih kembali menekan Beijing di sektor kecerdasan buatan. Michael Kratsios, penasihat sains dan teknologi Presiden Donald Trump, menuduh perusahaan rintisan China, Moonshot AI, melakukan kampanye pencurian teknologi berskala besar terhadap model AI buatan Amerika Serikat.
Dalam unggahan di media sosial, Kratsios menyebut Moonshot menggunakan teknik distilasiโmetode di mana model AI yang lebih lemah mengekstrak pengetahuan dari model yang lebih kuatโuntuk mengembangkan model K3 miliknya. Menurutnya, kemampuan K3 yang disebut-sebut setara dengan model terdepan AS itu diperoleh dengan cara mencuri dari model Fable milik Anthropic, perusahaan AI terkemuka asal San Francisco.
"Kami memiliki informasi bahwa Moonshot AI mendistilasi kemampuan dari Fable AI milik Anthropic," tulis Kratsios. Ia juga menambahkan bahwa Moonshot kemungkinan menggunakan server Nvidia GB300 Grace Blackwell yang sebenarnya dilarang diekspor ke China sejak 2022 karena potensi penggunaan militer.
Kimi K3, yang dirilis pekan lalu, menuai perhatian global karena dianggap mampu memangkas kesenjangan antara model AI Barat dan China. Moonshot sendiri mengklaim K3 dapat menyaingi teknologi unggulan AS. Namun, tuduhan ini muncul sehari setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan akan menyelidiki apakah model AI China mencuri kemampuan dari rival Amerika. "Jika kami melihat model luar negeri mencuri dari perusahaan hebat kami, kami punya kemampuan untuk menjatuhkan sanksi," ujar Bessent kepada Fox Business.
Ketegangan ini terjadi di tengah rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada September mendatang. Pengamat menilai tuduhan ini bisa menjadi alat tawar dalam negosiasi dagang yang lebih luas, terutama terkait transfer teknologi dan akses pasar. Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi langsung. Model open-source seperti K3 berpotensi menurunkan biaya adopsi AI di negara berkembang, karena tidak memerlukan lisensi mahal. Namun, jika tuduhan pencurian terbukti, penggunaan model tersebut di Indonesia bisa berisiko terkena sanksi sekunder AS, terutama bagi perusahaan yang menjalin kerja sama dengan mitra China.
Sejak April lalu, Gedung Putih telah berjanji bekerja sama dengan perusahaan AI AS untuk memerangi "kampanye skala industri" oleh rival asing yang dianggap sistematis merusak riset dan akses informasi milik Amerika. Kratsios dalam memo saat itu menegaskan bahwa aksi tersebut dirancang untuk "secara sistematis merusak riset dan pengembangan Amerika serta mengakses informasi kepemilikan".
Langkah Moonshot merilis K3 secara terbuka pada akhir Juli akan menjadi ujian: apakah model itu benar-benar inovasi orisinal atau hasil distilasi ilegal. Jika yang terakhir terjadi, bukan tidak mungkin AS akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang bisa mengguncang ekosistem AI global, termasuk rantai pasok perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan di Indonesia.



