Tottenham Gagal Ciptakan Gol Lagi: Rekrutan Mahal Belum Menjawab Krisis Penyerang
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur kembali gagal mencetak gol, bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest pada pekan ketiga Premier League.
- Investasi besar di lini depan belum membuahkan hasil, dengan peluang emas yang terbuang dan performa penyerang baru yang masih di bawah ekspektasi.
- Manajer Roberto De Zerbi tetap optimistis, tetapi kekhawatiran akan produktivitas tim semakin menguat seiring berjalannya musim.

Tottenham Hotspur masih belum menemukan ketajaman di lini depan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest pada Sabtu (14/9). Hasil ini membuat mereka baru mengoleksi satu poin dari tiga laga awal Premier League, sekaligus memperpanjang puasa gol yang mulai mengkhawatirkan.
Dalam laga di City Ground, Spurs sebenarnya mendominasi penguasaan bola, tetapi gagal menciptakan peluang emas yang berarti. Bahkan, kiper Nottingham Forest, Matz Sels, tidak sekalipun dipaksa melakukan penyelamatan berarti. Ini merupakan pertama kalinya sejak April 2022 Tottenham tidak melepaskan tembakan tepat sasaran dalam satu pertandingan liga.
Manajer Roberto De Zerbi mengakui timnya tampil baik di lini tengah, tetapi masih kurang klinis di sepertiga akhir lapangan. "Kami bermain baik, tetapi di area akhir kami harus meningkatkan kualitas," ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ia menilai banyak keputusan yang kurang tepat di depan gawang lawan, sehingga peluang yang ada tidak berbuah gol.
Persoalan utama Tottenham musim ini adalah minimnya penyerang murni. Mereka gagal mendatangkan striker baru di bursa transfer musim panas, setelah kehilangan sasaran utama seperti Iliman Ndiaye yang memilih Manchester City. Richarlison, pencetak gol terbanyak musim lalu, bahkan tidak masuk dalam skuad Premier League. Alhasil, hanya Dominic Solanke yang menjadi ujung tombak andalan, namun ia belum tampil penuh karena masalah kebugaran.
De Zerbi, yang musim lalu menyelamatkan Spurs dari degradasi, tetap percaya diri bahwa gol akan segera datang. Ia menunjuk Omar Marmoush sebagai salah satu pemain yang diyakini mampu mencetak 12-15 gol musim ini. "Dia punya kualitas untuk itu. Kami harus menganalisis dan membantunya berkembang," kata De Zerbi. Ia juga menyebut Solanke akan tampil lebih baik jika dalam kondisi fisik prima.
Selain itu, Tottenham baru saja mendatangkan winger Ukraina, Mykhailo Mudryk, dengan status pinjaman dari Chelsea pada hari terakhir bursa transfer. Pemain 23 tahun itu tampil sebagai pemain pengganti di laga ini, tetapi belum menunjukkan pengaruh yang berarti. De Zerbi menegaskan Mudryk masih membutuhkan waktu untuk mencapai kebugaran terbaiknya.
Di sisi lain, Nottingham Forest juga merasa dirugikan setelah gol Neco Williams pada babak kedua dianulir oleh VAR karena dianggap mengenai tangan. Manajer Oliver Glasner menilai keputusan itu tidak tepat dan mengkritik proses peninjauan yang memakan waktu lama. "Anda butuh empat sudut kamera untuk menebak bahwa bola mengenai tangannya. Ini bukan keputusan yang jelas dan tegas," ujarnya.
Hasil imbang ini membuat Tottenham tertahan di papan bawah klasemen sementara dengan satu poin. Sementara itu, Nottingham Forest mengoleksi dua poin dari tiga laga. Kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Tottenham menjadi pelajaran bahwa membeli banyak pemain bintang tidak otomatis menjamin kesuksesan. Kegagalan Spurs dalam mencetak gol juga mengingatkan bahwa keseimbangan skuad dan adaptasi pemain baru membutuhkan waktu. Pertanyaan besarnya, akankah De Zerbi mampu membenahi lini depan sebelum tekanan semakin besar? Atau justru ia akan menjadi korban berikutnya dari ambisi besar klub London Utara itu?



