Guardiola Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Italia, Maldini Raih Dukungan Publik
Baca dalam 60 detik
- Jajak pendapat La Gazzetta dello Sport menempatkan Pep Guardiola sebagai favorit utama suporter untuk menukangi Italia, dengan 34% dukungan total dan 40% dari penggemar setia sepak bola.
- Di antara kandidat lokal, Antonio Conte memimpin dengan 32% suara, unggul atas Roberto Mancini (25%) dan Andrea Pirlo (18%), sementara Paolo Maldini mendapat penilaian positif dari 61% responden.
- Keputusan akhir ada di tangan Maldini selaku direktur teknis FIGC, yang telah melakukan pembicaraan langsung dengan Guardiola, membuka peluang perubahan haluan strategi kepelatihan Azzurri.

Pep Guardiola muncul sebagai pilihan utama suporter Italia untuk mengisi kursi pelatih kepala tim nasional yang lowong, menurut jajak pendapat terbaru La Gazzetta dello Sport. Mantan arsitek Manchester City itu mengungguli sejumlah nama besar seperti Antonio Conte, Roberto Mancini, dan Andrea Pirlo di tengah proses restrukturisasi federasi sepak bola Italia (FIGC) yang tengah berlangsung.
FIGC baru saja menuntaskan pergantian pucuk pimpinan setelah Gabriele Gravina mundur. Giovanni Malagò, mantan kepala Komite Olimpiade Italia (CONI), terpilih sebagai presiden baru. Langkah pertamanya adalah menunjuk Paolo Maldini sebagai direktur teknis dan presiden Club Italia, dengan Leonardo sebagai penasihat. Tugas paling mendesak Maldini kini adalah menentukan pelatih anyar untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang hengkang awal tahun ini.
Dalam polling yang melibatkan responden umum, Guardiola meraih 34% suara sebagai pilihan pertama. Angka itu melonjak menjadi 40% di antara mereka yang rutin mengikuti sepak bola. Catalan berusia 53 tahun itu memang baru saja meninggalkan Manchester City setelah sembilan musim, dan belum mengumumkan langkah selanjutnya. Maldini serta Leonardo dikabarkan telah terbang untuk bertemu langsung dengan Guardiola, menandakan keseriusan negosiasi.
Di bawah Guardiola, persaingan cukup ketat. Conte memperoleh 19% suara, sementara Pirlo dan Mancini sama-sama 17%. Lima persen memilih opsi lain, dan delapan persen belum menentukan pilihan. Namun jika hanya kandidat lokal yang diperhitungkan, Conte memimpin dengan 32%, disusul Mancini 25% dan Pirlo 18%. Sisanya, 25%, memilih figur Italia lain atau abstain.
Di sisi lain, Maldini menuai respons positif dari publik. Sebanyak 61% responden menilai penunjukannya sebagai langkah tepat—21% sangat positif dan 40% positif. Hanya 7% yang bersikap negatif, sementara 24% netral dan 8% tidak tahu. Tingkat kepercayaan yang tinggi ini memberi Maldini modal kuat untuk merombak struktur kepelatihan Azzurri.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena Italia merupakan salah satu rujukan taktik dan budaya sepak bola global. Jika Guardiola benar-benar menangani Italia, gaya permainan possession-based yang ia terapkan di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City bisa menjadi model baru bagi timnas yang selama ini identik dengan pertahanan ketat. Pelatih asal Spanyol itu belum pernah menangani tim nasional, sehingga tantangan adaptasi di level internasional menjadi sorotan.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Maldini dan Malagò. Pertemuan dengan Guardiola mengindikasikan bahwa federasi tidak menutup kemungkinan merekrut pelatih asing—sebuah langkah yang jarang dilakukan Italia sejak era Cesare Prandelli. Apakah Guardiola akan menerima tawaran tersebut, atau justru memilih klub lain? Jawabannya akan menentukan arah sepak bola Italia dalam beberapa tahun ke depan.



