Kekalahan Perdana Real Madrid: Penalti Mbappe Dimentahkan, Betis Menang 1-0
Baca dalam 60 detik
- Real Betis mengakhiri rentak sempurna Real Madrid di LaLiga dengan kemenangan tipis 1-0, berkat gol Troy Parrott dan penyelamatan penalti Alvaro Valles.
- Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti di masa injury time, sementara gol Carlos Espi dianulir VAR karena offside, membuat Los Blancos kehilangan poin penuh.
- Kekalahan ini menjadi sinyal persaingan ketat di papan atas LaLiga dan menguji kedalaman skuad Madrid di tengah padatnya jadwal musim ini.

Real Madrid harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Real Betis pada pekan keempat LaLiga, Jumat (4/9) dini hari WIB. Gol semata wayang Troy Parrott di menit ke-81 dan penyelamatan gemilang kiper Alvaro Valles atas penalti Kylian Mbappe di masa injury time memupus ambisi Los Blancos mempertahankan rekor kemenangan beruntun mereka musim ini. Kekalahan 0-1 ini menjadi yang pertama bagi tim asuhan Jose Mourinho di kompetisi domestik, sekaligus membuka ruang bagi para pesaing untuk mendekat di klasemen.
Laga di Stadion Benito Villamarin berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal, namun intensitasnya menurun setelah jeda akibat teriknya suhu Sevilla. Betis yang tampil disiplin justru mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid. Parrott yang baru masuk pada menit ke-68 menjadi aktor pembeda. Berawal dari sepak pojok, sundulan pemain Betis berhasil ditepis Thibaut Courtois, namun bola liar langsung disambar Parrott dengan tendangan voli yang tak mampu dihalau kiper asal Belgia itu.
Madrid sempat mencoba merespons. Empat menit berselang, Mbappe melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang. Peluang emas lainnya datang dari aksi Carlos Espi yang melakukan tendangan salto spektakuler menyambut umpan silang Vinicius Junior. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR karena Espi sudah berada dalam posisi offside. Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Madrid yang merasa keputusan itu terlalu ketat.
Menjelang akhir laga, Betis hampir menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh Nelson Deossa yang melihat Courtois keluar dari sarangnya. Namun, kiper asal Belgia itu dengan sigap berlari kembali dan menepis bola. Di masa injury time, Madrid mendapat hadiah penalti setelah Natan menjatuhkan Vinicius di kotak terlarang. Mbappe yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya; tendangannya mampu ditebak dan ditepis Valles, membuat stadion tuan rumah bergemuruh selebrasi.
Manajer Madrid, Jose Mourinho, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers usai laga, ia menilai timnya tampil lebih baik secara kolektif dan tidak pantas kalah. "Saya tidak mengerti bagaimana kami bisa kalah karena kami bermain sangat baik. Saya tidak bisa menyalahkan sikap para pemain. Kami pantas menang, tapi pantas menang tidak memberi Anda poin," ujarnya. Mourinho juga menyoroti kecerdasan para pemain Betis yang dianggap lebih lihai memanfaatkan situasi. "Pemain Betis lebih pintar dari pemain Madrid yang sangat jujur. Dengan dukungan penonton yang luar biasa, mereka bisa mendapatkan keuntungan seperti ini."
Kekalahan ini menjadi peringatan dini bagi Real Madrid yang musim ini mengusung misi mempertahankan gelar. Persaingan di papan atas LaLiga semakin ketat dengan Barcelona dan Atletico Madrid yang juga tampil konsisten. Bagi publik Indonesia, laga ini menegaskan bahwa LaLiga tetap menjadi liga dengan daya tarik global, terlebih dengan kehadiran pemain bintang seperti Mbappe dan Vinicius yang kerap menjadi sorotan. Momen seperti ini juga menjadi tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola Tanah Air yang selalu antusias mengikuti perkembangan liga top Eropa.
Ke depan, Mourinho dituntut untuk segera membenahi penyelesaian akhir timnya. Ketergantungan pada Mbappe sebagai eksekutor penalti juga menjadi pertanyaan besar, mengingat dua kegagalan beruntun di musim ini. Sementara itu, Betis membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri. Pertanyaan yang menggantung: mampukah Real Madrid bangkit dan menjaga jarak dengan para pesaingnya, atau justru persaingan gelar musim ini akan semakin terbuka lebar?



