Gadis Grobogan Tewas Dicekik, Jasad Tinggal Kerangka di Jurang Tol Semarang
Baca dalam 60 detik
- Pria berinisial MDVA (22) ditangkap atas pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (17) yang mayatnya baru ditemukan sebagai kerangka di jurang tol Jangli, Semarang.
- Korban sempat dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025; pelaku mengaku mencekik korban di kamar kosnya, dan jasad dibuang di lokasi terpencil.
- Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain; jenazah telah dimakamkan keluarga pada Jumat malam.

Orang tua Mozza Axillia Gunarsa (17) akhirnya mendapat kepastian setelah dua bulan anaknya dilaporkan hilang. Remaja asal Grobogan itu ditemukan tewas dalam kondisi tinggal kerangka di jurang jalan tol Jangli, Kota Semarang, dan polisi telah menetapkan seorang pria berinisial MDVA (22) sebagai tersangka pembunuhan.
Penemuan ini bermula dari pengakuan pelaku yang ditangkap aparat Polres Semarang pada Kamis (3/9/2026). MDVA, warga Banjarejo, Blora, mengaku telah mencekik Mozza di kamar kosnya di Jalan Sriwijaya, Semarang, pada 25 Juni 2025. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyatakan bahwa pelaku diduga kuat melakukan tindak pidana pembunuhan dan jasad korban dibuang di tebing tol yang sulit dijangkau.
Kronologi bermula saat Mozza pamit kepada ayahnya, Singgih Gunarsa (42), untuk mengantar temannya bernama Ayu mengembalikan laptop di sekitar Kodam. Namun, Ayu membantah pergi bersama Mozza. Sejak Rabu sore, keluarga mulai cemas karena Mozza tak kunjung pulang dan ponselnya mati. Laporan orang hilang baru diterima Polres Semarang pada 28 Juni 2025, tiga hari setelah peristiwa.
Kasus ini menyoroti celah dalam respons awal pencarian orang hilang. Keluarga sempat mendapat informasi dari teman Mozza bahwa korban mengirim pesan pada 26 Juni 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, mengaku hendak ke Jogja. Namun, setelah itu tidak ada kabar. Polisi baru bergerak intensif setelah penemuan kerangka, yang berawal dari pengakuan MDVA saat diperiksa.
Proses evakuasi kerangka di jurang tol Jangli melibatkan warga sekitar. Parno, saksi mata, menuturkan bahwa petugas menurunkan alat dan menarik kerangka yang sudah berada dalam tas. Warga setempat mengaku tidak pernah mencium bau menyengat dari lokasi, sehingga tidak ada yang curiga. Polrestabes Semarang kemudian memastikan ciri-ciri pakaian dan tinggi badan korban sesuai dengan Mozza.
Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan di lapangan voli Kalitengah, Banjarejo, pada Kamis malam. Penangkapan ini berawal dari penyelidikan intensif setelah pengakuan pelaku. Sementara itu, Kompol Ni Made Sriniti dari Polrestabes Semarang membenarkan bahwa ciri-ciri kerangka sesuai dengan identitas Mozza, termasuk pakaian dan tinggi badan.
Jenazah Mozza akhirnya dibawa ke rumah duka di Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, dan dimakamkan Jumat (4/9/2026) malam setelah disalatkan. Ketua RT setempat, Suryanto, mengenang Mozza sebagai pribadi yang baik dan aktif di kegiatan musala. Keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap pergaulan anak, terutama saat remaja mulai aktif beraktivitas di luar rumah. Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan kemungkinan adanya perencanaan. Pertanyaan yang menggantung: apakah ada pihak lain yang membantu pelaku membuang jasad? Penyelidikan lebih lanjut diharapkan menjawabnya.



