Keputusan Kontroversial FIGC: Pirlo Gantikan Mancini, Konflik Internal Mencuat
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini, direktur teknis anyar FIGC, memutuskan menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia, mengalahkan kandidat favorit presiden.
- Keputusan sepihak ini menimbulkan keraguan di tubuh federasi dan memicu kekecewaan mendalam Roberto Mancini yang siap kembali menukangi Azzurri.
- Langkah berani Maldini dan Leonardo ini membuka pertanyaan besar tentang stabilitas kepemimpinan tim nasional Italia menjelang kompetisi mendatang.

Andrea Pirlo dipastikan akan ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Italia, menggantikan Roberto Mancini dalam keputusan yang memicu kontroversi internal di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Langkah ini dianggap sebagai salah satu perombakan paling berani dalam sejarah federasi, namun juga menyisakan tanda tanya besar mengenai kesolidan manajemen.
Keputusan ini diambil oleh Paolo Maldini yang baru dua pekan menjabat sebagai direktur teknis, bersama penasihatnya Leonardo. Maldini mendapat mandat penuh dari Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ untuk memilih pelatih, namun pilihannya tidak sejalan dengan keinginan Malagรฒ yang lebih menjagokan Mancini. Laporan dari Il Corriere della Sera menyebutkan bahwa Malago sempat mendorong Mancini, tetapi Maldini dan Leonardo memiliki otoritas final.
Menurut sumber internal, langkah Maldini dan Leonardo mendapat sorotan tajam karena tidak didukung sepenuhnya oleh komponen FIGC. Keraguan muncul terhadap pengalaman Pirlo yang belum pernah menangani tim senior sebelumnya. Berbeda dengan Mancini yang telah membawa Italia juara Euro 2020 dan mencatatkan rekor 37 pertandingan tak terkalahkan, Pirlo hanya pernah melatih Juventus U-23 dan sempat menangani klub Turki tanpa prestasi gemilang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, keputusan ini menarik untuk diikuti karena Italia masih dianggap sebagai salah satu tim besar Eropa. Pirlo, yang legendaris sebagai gelandang, kini harus membuktikan kemampuannya sebagai pelatih. Situasi ini mirip dengan tantangan yang dihadapi pelatih Timnas Indonesia dalam membangun skuad kompetitif di tengah tekanan publik.
Mancini, yang baru saja mengundurkan diri dari Al-Sadd pada Juni lalu, dikabarkan sangat kecewa. Ia merasa ditinggalkan oleh federasi dan presiden yang tidak membela pencalonannya. โMancini merasa dikhianati,โ tulis Corriere della Sera. Mantan pelatih Inter Milan itu sebelumnya disebut siap menerima tawaran kedua kalinya menangani Azzurri setelah sukses di masa lalu.
Dengan pengumuman resmi yang diharapkan dalam beberapa hari ke depan, publik menanti apakah Pirlo mampu membawa gaya permainan baru bagi Italia. Pertanyaan besarnya, bisakah ikon sepak bola Italia ini mengulang sukses Mancini di kancah internasional? Atau justru keputusan ini akan menjadi bumerang bagi federasi yang tengah berusaha bangkit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022?



