Pep Guardiola ke Timnas Italia? FIGC Buka Peluang, Pirlo Jadi Alternatif
Baca dalam 60 detik
- FIGC mengonfirmasi telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola untuk posisi pelatih timnas Italia, dengan keputusan diharapkan pada akhir pekan ini.
- Di tengah perburuan pelatih top, klub-klub Serie A mengalami kesulitan finansial dan gagal mendatangkan target transfer utama, termasuk Roma yang kehilangan Crysencio Summerville ke Al-Hilal.
- Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi panggilan pengadilan pidana yang dapat menghambat pencalonannya kembali, sementara UEFA mendukung Nasser Al-Khelaifi sebagai penantang.

Pep Guardiola tengah menjadi incaran utama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk mengisi kursi pelatih tim nasional, setelah Presiden FIGC Gabriele Gravina mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan manajer asal Spanyol tersebut. Keputusan Guardiola diharapkan diumumkan pada akhir pekan ini, setelah ia mengevaluasi proyek yang disusun oleh Paolo Maldini dan Leonardo.
Dalam wawancara dengan media Italia, Gravina menegaskan bahwa pendekatan kepada Guardiola bukanlah bentuk ketidakhormatan terhadap kandidat lain, yang juga telah mulai dibandingkan. โKami memiliki dialog terbuka. Untuk anggaran, pengecualian mungkin dilakukan,โ ujar Gravina, mengindikasikan fleksibilitas finansial untuk mendatangkan pelatih sekelas Guardiola. Namun, jika negosiasi gagal, FIGC disebut telah menyiapkan Andrea Pirlo sebagai opsi cadangan.
Sementara itu, bursa transfer klub-klub Italia diwarnai kegagalan dan keterbatasan dana. AS Roma menjadi salah satu yang paling dirugikan setelah kehilangan winger Belanda Crysencio Summerville, yang sempat hampir bergabung dengan I Giallorossi. Al-Hilal dari Arab Saudi mengajukan tawaran besar yang membuat Roma tidak mampu bersaing. โKesepakatan dengan pemain Belanda itu hampir tercapai, tetapi Al-Hilal menutup kesepakatan dengan tawaran mengerikan. Roma tersingkir,โ tulis laporan media setempat.
Di sisi lain, Inter Milan dikabarkan telah menghapus nama pemain Serbia dari daftar transfer, sementara Lazio menghadapi jarak dengan suporter mereka sendiri. Napoli, yang tengah bersiap melepas Romelu Lukaku, membuka negosiasi dengan Juventus dan AC Milan untuk Victor Osimhen. Pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, juga mulai gelisah karena lambatnya pergerakan transfer yang memengaruhi rencana penguatan skuad.
Di luar persaingan domestik, Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi masalah hukum serius. Ia dipanggil dalam sidang pidana yang bisa menjadi batu sandungan menjelang pemilihan kembali pada Maret mendatang. Sementara itu, UEFA dikabarkan mendukung presiden PSG Nasser Al-Khelaifi sebagai kandidat penantang Infantino, dengan harapan perubahan kepemimpinan di tubuh FIFA.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini memberikan gambaran tentang dinamika transfer dan politik sepak bola global yang semakin kompleks. Dominasi klub-klub kaya dari Timur Tengah, seperti Al-Hilal, mulai menggeser keseimbangan kekuatan di Eropa. Sementara itu, langkah FIGC yang berani mendekati Guardiola menunjukkan ambisi Italia untuk kembali bersaing di level tertinggi, meski terkendala finansial.
Ke depannya, keputusan Guardiola akan menjadi sinyal penting: apakah ia akan menerima tantangan membangun kembali tim nasional Italia, atau tetap bertahan di level klub? Sementara itu, nasib Infantino di pengadilan bisa mengubah peta kekuasaan FIFA, dengan implikasi luas bagi regulasi sepak bola global, termasuk di Indonesia.



