Laba Hutama Karya Tembus 175% Target, JTTS Jadi Motor Utama
Baca dalam 60 detik
- Laba bersih Hutama Karya semester I-2026 mencapai 174,96% dari target RKAP, didorong pendapatan berulang dari Jalan Tol Trans Sumatera.
- Kontrak baru naik 22,1% menjadi Rp6,30 triliun, sementara utang turun 11,49% secara tahunan, menandai perbaikan struktur modal.
- Trafik JTTS tumbuh 16% dengan 17 juta kendaraan, dan penambahan ruas tol 24,4 km memperkuat posisi perusahaan sebagai operator infrastruktur.

PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan laba bersih konsolidasi yang melampaui ekspektasi pada semester pertama 2026, mencapai 174,96% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kinerja ini tidak lepas dari peran segmen pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini menjadi penyumbang laba utama, sekaligus menandai keberhasilan transformasi model bisnis perusahaan dari kontraktor murni menjadi pengembang dan operator infrastruktur.
Dalam laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, nilai kontrak baru yang diperoleh mencapai Rp6,30 triliun, tumbuh 22,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontrak tersebut berasal dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, serta operasi dan pemeliharaan jalan tol. Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa capaian ini membuktikan arah transformasi perusahaan sudah tepat, dengan kontribusi JTTS yang semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang (recurring income) dan disiplin menjaga kualitas order book serta kesehatan neraca.
Ekuitas perusahaan naik 2,30% year-on-year dan mencapai 101,49% dari target RKAP, sementara utang berhasil diturunkan 11,49% secara tahunan. Penurunan utang ini melanjutkan tren deleveraging yang telah berjalan sejak 2024, memperkuat struktur permodalan perusahaan. Pendapatan tercatat 81,83% dari target RKAP, melanjutkan tren positif sejak triwulan pertama 2026.
Rasio harga pokok penjualan (HPP) terhadap pendapatan tercatat 81,86%, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen pengoperasian jalan tol dan anak usaha. Order book perusahaan hingga akhir triwulan kedua 2026 naik 6,24% dibandingkan triwulan pertama, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah.
Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 km ruas tol baru sepanjang triwulan II 2026, terdiri dari Betung-Jambi (16,8 km), Palembang-Betung (4,5 km), dan Rengat-Pekanbaru (3,1 km). Angka ini 2,4 kali lipat dibandingkan penambahan 10,1 km pada triwulan I 2026. Dengan demikian, kumulatif JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 km. Ruas Palembang-Betung dan Betung-Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.
Dari sisi operasional, trafik JTTS terus menunjukkan tren positif. Pada semester I 2026, tercatat 17 juta kendaraan melintas, naik 16% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya ruas tol yang beroperasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Koentjoro menambahkan bahwa kinerja semester I 2026 mencerminkan transisi Hutama Karya dari orientasi pertumbuhan volume menuju kualitas laba dan kesehatan neraca. Laba yang melampaui target, kontrak baru yang tumbuh 22,1%, serta utang yang terus menurun menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih siap menghadapi paruh kedua 2026. Pertanyaannya, mampukah Hutama Karya mempertahankan momentum ini di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan pendanaan infrastruktur yang masih besar?



