Logistik Hijau Mulai Merambah Desa: Dash Electric Garap Pengiriman Berbasis EV ke Pedesaan
Baca dalam 60 detik
- Startup Dash Electric mengembangkan layanan logistik dengan kendaraan listrik yang menyasar wilayah pedesaan, memanfaatkan pola pengiriman repetitif.
- CEO Aditya Brahmana menilai kesesuaian rute yang dapat diprediksi menjadi kunci efisiensi EV di tengah keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
- Tantangan utama meliputi ketersediaan SPKLU, waktu pengisian, dan suku cadang, namun potensi pasar rural dinilai besar bagi green logistics.

Komitmen pemerintah Indonesia mempercepat transisi energi mulai mendorong perubahan di sektor logistik. Salah satu wujudnya adalah langkah Dash Electric, startup logistik yang mengandalkan kendaraan listrik (EV) untuk menjangkau wilayah pedesaan. Langkah ini menjadi ujung tombak konsep 'green logistics' di daerah yang selama ini luput dari perhatian pelaku industri.
CEO Dash Electric, Aditya Brahmana, mengungkapkan bahwa potensi penggunaan EV di pedesaan sangat besar. Pasalnya, sistem logistik di wilayah tersebut umumnya bersifat repetitif dengan titik pengiriman yang sama. Karakteristik ini sangat cocok dengan kebutuhan EV yang memerlukan utilisasi tinggi dan rute yang dapat diprediksi agar sesuai dengan kapasitas baterai. "Di tengah keterbatasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), rute yang pasti menjadi faktor krusial," ujarnya.
Meski menjanjikan, pengembangan bisnis logistik EV di pedesaan tidak lepas dari tantangan. Ketersediaan SPKLU yang masih minim, waktu pengisian daya yang relatif lama, serta keterbatasan suku cadang dan infrastruktur penunjang ekosistem EV menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Aditya mengakui bahwa tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, ekspansi ke wilayah rural akan berjalan lambat.
Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi langsung. Pertama, efisiensi biaya logistik di pedesaan berpotensi meningkat seiring penggunaan EV yang lebih murah dalam operasional jangka panjang. Kedua, terbukanya lapangan kerja baru di sektor perawatan dan pengisian daya EV di daerah. Ketiga, mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur energi hijau hingga ke pelosok.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah pemerintah dan swasta mampu berkolaborasi mempercepat pembangunan SPKLU di pedesaan. Tanpa itu, mimpi green logistics di wilayah rural hanya akan menjadi wacana. Dash Electric sendiri tengah menjajaki kemitraan dengan pemerintah daerah dan penyedia listrik untuk mengatasi kendala tersebut. Langkah ini patut dicermati sebagai indikator keseriusan transisi energi di sektor logistik tanah air.



