Prabowo Lantik 1.177 Perwira Baru TNI-Polri di Istana, Empat Lulusan Terima Adhi Makayasa
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 taruna Akmil dan Akpol menjadi perwira TNI-Polri dalam upacara Praspa di Istana Kepresidenan.
- Pelantikan didasari Keppres Nomor 69 TNI dan 70 Polri tahun 2026, dengan rincian 512 dari Akmil, 229 AAL, 154 AAU, dan 282 Akpol.
- Empat lulusan terbaik dari masing-masing akademi menerima penghargaan Adhi Makayasa, simbol prestasi tertinggi dalam pendidikan perwira.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengukuhkan 1.177 taruna dan taruni dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) menjadi perwira TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang digelar di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7). Momentum ini menandai babak baru bagi para lulusan yang akan mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pengambilan sumpah yang dipandu langsung oleh Presiden. Para perwira baru mengucapkan janji setia untuk menjalankan kewajiban terhadap bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dasar hukum pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Keppres Nomor 70 Polri Tahun 2026.
Dari total 1.177 perwira, komposisi terbanyak berasal dari Akmil sebanyak 512 orang, disusul Akpol 282 orang, AAL 229 orang, dan AAU 154 orang. Kehadiran mereka di Istana tidak hanya menjadi seremoni formal, melainkan juga simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri yang diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan kontemporer.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menganugerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi. Mereka adalah Calvin Tidar Sakti (Akmil), Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL), Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (AAU), dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol). Penghargaan ini diberikan kepada taruna dengan nilai kumulatif tertinggi yang mencakup aspek akademik, karakter, jasmani, dan mental kepribadian. Adhi Makayasa menjadi simbol pencapaian puncak dalam sistem pendidikan pembentukan perwira TNI-Polri.
Pelantikan ini menjadi salah satu agenda penting di awal masa pemerintahan Prabowo yang menempatkan isu pertahanan dan keamanan sebagai prioritas. Dengan bertambahnya ribuan perwira baru, diharapkan kesiapsiagaan TNI-Polri dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri, semakin solid. Ke depan, tantangan yang dihadapi para perwira muda tidak hanya terbatas pada operasi militer dan kepolisian konvensional, tetapi juga ancaman siber, terorisme, dan bencana alam yang memerlukan pendekatan multidisiplin.
Pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana para perwira baru ini mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan yang terus berubah, serta bagaimana institusi TNI-Polri akan mengintegrasikan mereka ke dalam struktur organisasi yang semakin modern dan profesional.



