Porro dan Tel Gagal Total, Tottenham Terus Terseok di Awal Musim
Baca dalam 60 detik
- Pedro Porro kehilangan bola 24 kali dan hanya sukses dengan 23% umpan silang saat Spurs ditahan imbang Nottingham Forest.
- Mathys Tel, rekrutan mahal musim panas, belum mampu mencetak gol dan kalah duel darat hingga 80% dalam tiga laga awal.
- Tekanan meningkat pada Roberto De Zerbi untuk segera merombak starting XI menjelang laga kontra Everton.

Tottenham Hotspur masih belum merasakan kemenangan di Premier League musim ini setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest di City Ground, Sabtu lalu. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Spurs yang belum sekalipun mencetak gol dalam tiga pertandingan pembuka, sebuah start yang jauh dari ekspektasi setelah menggelontorkan dana lebih dari 300 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas.
Dalam laga yang berakhir 0-0 tersebut, lini serang Tottenham tampil impoten. Dua rekrutan anyar, Omar Marmoush dan Savio, yang diturunkan sejak menit awal, gagal memberikan ancaman berarti ke gawang Matz Sels. Namun, sorotan tajam justru tertuju pada dua pemain lain yang juga tampil mengecewakan: bek kanan Pedro Porro dan winger Mathys Tel. Keduanya dinilai menjadi biang keladi macetnya serangan Spurs, dan performa buruk mereka memicu pertanyaan besar tentang komposisi tim asuhan Roberto De Zerbi.
Pedro Porro, yang merupakan bagian dari skuad juara Piala Dunia 2022, tampil penuh selama 90 menit namun gagal memberikan kontribusi positif. Statistik mencatat pemain asal Spanyol itu kehilangan penguasaan bola sebanyak 24 kali, angka tertinggi di antara semua pemain yang tampil sejak awal. Akurasi umpannya pun memprihatinkan, hanya tiga dari 13 umpan silang yang berhasil menemui sasaran, atau sekitar 23 persen. Porro juga hanya memenangkan tiga dari tujuh duel darat yang ia lakukan, dan dua kali digagalkan oleh pemain lawan. Angka-angka ini menunjukkan betapa Porro kesulitan menghadapi intensitas permainan Nottingham Forest yang agresif.
Di sisi lain, Mathys Tel yang direkrut dari Bayern Munich dengan ekspektasi tinggi, juga belum mampu membuktikan kelasnya. Dalam 74 menit bermain, pemain berusia 21 tahun itu tidak melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang. Ia hanya sukses dengan satu dari lima percobaan dribel, dan akurasi umpan silangnya pun rendah, hanya 29 persen. Lebih parah lagi, Tel kalah dalam 80 persen duel darat yang ia lakukan, menunjukkan bahwa ia mudah dihentikan oleh pertahanan lawan. Penampilan impresifnya bersama Bayern seolah sirna, dan ia belum mampu menjadi pembeda bagi Spurs di lini depan.
Kegagalan Porro dan Tel ini menjadi ironi tersendiri mengingat Tottenham telah menginvestasikan dana besar pada musim panas untuk memperkuat skuad. Namun, hingga pekan ketiga, De Zerbi belum mampu meramu strategi yang efektif. Timnya tercatat tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dalam laga kontra Nottingham Forest, sebuah bukti nyata kemandekan kreativitas di lini tengah dan depan. Situasi ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terutama dengan jadwal padat yang menanti.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa buruk Tottenham ini menjadi pelajaran bahwa investasi besar tidak otomatis menjamin kesuksesan. De Zerbi, yang sebelumnya sukses di Brighton, kini menghadapi ujian terbesar dalam karier kepelatihannya. Ia dituntut untuk segera menemukan solusi, baik dengan mengubah taktik maupun melakukan rotasi pemain. Keputusan untuk mencoret Porro dan Tel dari starting XI pada laga berikutnya melawan Everton tampaknya menjadi langkah yang paling mungkin diambil, meskipun hal itu berisiko mengorbankan kepercayaan diri pemain.
Menghadapi Everton di akhir pekan, De Zerbi harus berpikir keras. Apakah ia akan tetap mempertahankan Porro dan Tel dengan harapan mereka bangkit, atau berani melakukan perubahan radikal dengan menurunkan pemain lain yang lebih siap? Pertanyaan ini akan menjadi penentu arah musim Tottenham. Jika terus gagal meraih kemenangan, bukan tidak mungkin posisi De Zerbi akan mulai dipertanyakan, dan spekulasi tentang masa depannya pun akan semakin santer terdengar.



