Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan ke Jakarta, Penumpang Hong Kong Terlantar Hingga Selasa
Baca dalam 60 detik
- Aktivitas vulkanik Anak Krakatau memaksa pembatalan rute internasional menuju Jakarta, termasuk penerbangan Cathay Pacific dari Hong Kong.
- Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup delapan jam akibat sebaran abu, memicu kekacauan jadwal dan biaya tambahan bagi penumpang.
- Maskapai menjamin penggantian jadwal dan akomodasi, namun risiko gangguan serupa masih terbuka selama status gunung belum normal.

Gunung Anak Krakatau yang kembali bergolak di Selat Sunda memaksa maskapai internasional membatalkan penerbangan menuju Jakarta, meninggalkan ratusan penumpang dalam ketidakpastian di tengah hiruk-pikuk bandara Hong Kong. Salah satunya dialami Fitry Wijayawan, warga Indonesia yang seharusnya terbang dengan Cathay Pacific nomor CX 719 pada Sabtu (5/9/2026) sore, namun penerbangan itu resmi dibatalkan setelah hampir tiga jam penantian di ruang tunggu.
Kepada awak media, Fitry mengisahkan pengumuman pembatalan baru disampaikan pukul 20.00 waktu setempat oleh pramugari. Padahal, ia dan suaminya telah merencanakan sambungan ke Bandar Lampung dengan Lion Air JT 172. Kini, jadwal mereka diundur hingga Selasa (8/9/2026), memaksa pasangan itu memperpanjang masa tinggal di Hong Kong di luar rencana. โPesawat yang saya naiki cancel terbang,โ ujarnya singkat melalui pesan singkat, Minggu (6/9/2026).
Kejadian ini bukan kasus terisolasi. Di Bandara Internasional Chek Lap Kok, Fitry menyaksikan sederet maskapai lain turut membatalkan jadwal ke Jakarta. Kondisi serupa terjadi di sejumlah bandara Asia Tenggara, seiring hujan abu vulkanik yang menyebar hingga Banten dan Jakarta. Otoritas bandara pun mengeluarkan NOTAM Nomor A3341/26 yang menutup Bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 01.30 hingga 09.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Penutupan delapan jam itu menjadi pukulan telak bagi lalu lintas udara yang sedang menuju pemulihan pascapandemi.
Di tengah kekacauan, Cathay Pacific menunjukkan komitmennya dengan memberikan kompensasi berupa penginapan gratis di hotel Hong Kong, taksi antar-jemput pribadi, serta penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan. Fitry mengaku sempat membayar taksi sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta untuk menuju hotel, namun biaya itu kemudian dijamin maskapai. โLuar biasa, mereka yang kena flight cancel dikasih free stay hotel dan free taksi satu-satu,โ tuturnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga reputasi di tengah persaingan ketat layanan penerbangan internasional.
Bagi pelancong Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan perjalanan udara di kawasan yang dikelilingi gunung berapi aktif. Pakar penerbangan menilai maskapai seharusnya menyiapkan kanal komunikasi darurat yang lebih responsif, termasuk pembaruan status penerbangan secara real-time. Sementara itu, penumpang yang terjebak disarankan memeriksa asuransi perjalanan mereka, karena tidak semua polis menanggung kerugian akibat bencana alam.
Melihat pola erupsi Anak Krakatau yang sulit diprediksi, pertanyaan besarnya bukan hanya kapan penerbangan normal kembali, tetapi apakah maskapai dan otoritas bandara akan berinvestasi pada sistem mitigasi yang lebih canggih. Jika tidak, riwayat gangguan serupa berpotensi terulang, menghantam konektivitas Indonesia dengan dunia internasional di saat sektor pariwisata tengah berusaha bangkit.



