Josh Kerr: Dari Mimpi Masa Kecil di Scotstoun hingga Rekor Dunia Mil
Baca dalam 60 detik
- Josh Kerr memecahkan rekor dunia mil pria di London, mencatat waktu tercepat sepanjang sejarah.
- Pelari Skotlandia itu kini bersiap tampil di Commonwealth Games Glasgow 2026, ajang yang menjadi mimpi masa kecilnya.
- Kerr mengincar emas di hadapan publik sendiri, setelah sebelumnya gagal di Gold Coast 2018 dan Birmingham 2022.

Josh Kerr tidak pernah bercita-cita menjadi manusia tercepat dalam nomor mil saat masih kecil. Impiannya sederhana: mengenakan jersey Skotlandia dan berlaga di Commonwealth Games. Sabtu lalu, pria 28 tahun itu menghancurkan rekor dunia mil pria yang bertahan 27 tahun di London, membuktikan dirinya sebagai penguasa baru lari jarak menengah. Kini, ia memiliki kesempatan emas untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya sekaligus merebut emas di Glasgow, di depan pendukung sendiri, di lintasan yang sudah dikenalnya sejak dua dekade lalu.
Scotstoun Stadium bukan sekadar arena bagi Kerr. Di sanalah ia belajar berlari dalam kondisi ekstrem—angin kencang, hujan deras, dan terik matahari dalam satu balapan. Di sana pula ia beradu cepat dengan anak-anak dari Kilbarchan dan memahami bahwa berlari bukan hanya melawan lawan, tetapi juga melawan cuaca. "Beberapa penampilan terbesar dan kurva pembelajaran saya ada di sana," ujarnya beberapa pekan sebelum memecahkan rekor di London. "Saya sudah bertarung di sana bertahun-tahun. Akan menyenangkan menjadi orang yang lebih paham angin dan hujan dibanding siapa pun."
Namun, rekan senegaranya, Jake Wightman dan Neil Gourley, mungkin tak setuju. Mereka juga akrab dengan cuaca Skotlandia yang tak menentu. Ketiganya akan bersaing di nomor mil yang kembali dipertandingkan pada 1 Agustus mendatang. Dari tiga sahabat itu, Kerr adalah satu-satunya yang dalam kondisi puncak dan jelas menjadi bintang utama. Representasi Skotlandia baginya bukan sekadar formalitas. Ia pulang dari markasnya di New Mexico empat hingga lima kali setahun, menyempatkan mampir ke klub lamanya, dan setiap hari menelepon keluarga di Edinburgh.
Kerr dikenal gemar membangun narasi. "Project 222"—julukan untuk upaya pemecahan rekor dunianya—adalah sesuatu yang belum pernah ada dalam atletik. Kini, ia telah menyusun cerita untuk Commonwealth Games. Ia menjadi penonton di Glasgow 2014 saat Wightman berlaga. Empat tahun kemudian, ia dicoret dari tim untuk Gold Coast—kekecewaan terbesar dalam kariernya, menurut pengakuannya. Lalu di Birmingham 2022, ia gagal total di nomor 1500m dan finis terakhir. "Ini adalah sesuatu yang kami impikan sejak kecil," kata Kerr. "Saya berada di skuad pengembangan Skotlandia dan terus membicarakan Commonwealth Games. Itu adalah hal yang tak terlupakan. Menjadi bagian dari Tim Skotlandia adalah segalanya yang saya inginkan sejak mulai berolahraga."
Bagi Kerr, Commonwealth Games setara dengan Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. "Saya sangat menyukainya. Saya menempatkannya sejajar dengan Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Commonwealth Games. Itulah cara saya selalu memandangnya. Jika saya dipanggil untuk Commonwealth Games, saya akan menjadi orang pertama yang datang." Meski telah lama tinggal di Amerika Serikat, ia menegaskan akar dan darahnya tetap di Skotlandia. "Saya hanya ingin membuat bangga diri sendiri dan Skotlandia."
Kerr kini berada di puncak karier. Namun, tantangan terbesarnya justru datang dari dalam negeri: membuktikan bahwa ia bisa tampil di hadapan publik sendiri, di lintasan yang penuh kenangan, dan akhirnya meraih emas yang selama ini luput. Pertanyaannya, mampukah ia mengulang kejayaan rekor dunia di Glasgow? Atau justru tekanan tampil di rumah sendiri yang akan menjadi lawan terberat?



