British Open: Judd Trump Bantai Zhao Xintong, Revans Manis Usai Takhta Dunia Direbut
Baca dalam 60 detik
- Judd Trump menaklukkan pemuncak ranking dunia Zhao Xintong dengan skor telak 5-1 di perempat final British Open.
- Kemenangan ini menjadi pembuktian Trump setelah gelar nomor satu dunianya direbut Zhao pada Agustus lalu.
- Trump melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Aaron Hill dan Jak Jones.

Judd Trump memastikan langkahnya ke semifinal British Open setelah menundukkan pemuncak klasemen dunia, Zhao Xintong, dengan skor meyakinkan 5-1 di Arena Cheltenham, Jumat malam. Kemenangan ini bukan sekadar tiket menuju babak empat besar, melainkan juga sebuah pernyataan sikap dari pemain yang baru saja kehilangan takhta ranking dunia setelah dua tahun berkuasa.
Pertarungan melawan Zhao selalu memiliki muatan emosional tersendiri bagi Trump. Sejak Agustus lalu, posisi nomor satu dunia yang dipegangnya selama dua tahun harus berpindah tangan ke tangan pemain asal China tersebut. Dalam laga ini, Trump tampil dengan determinasi tinggi, seolah ingin membuktikan bahwa dirinya masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di pentas snooker dunia.
Sejak awal pertandingan, Trump langsung menunjukkan taringnya. Break 101 dan 57 pada dua frame pembuka membuatnya unggul cepat 2-0. Zhao sempat membalas dengan century break-nya sendiri, namun itu hanya menjadi satu-satunya perlawanan berarti. Pada tiga frame berikutnya, Trump hanya memberi kesempatan lawannya mengumpulkan 29 poin, sementara ia sendiri menambah dua break setengah abad untuk mengunci kemenangan 5-1.
Usai laga, Trump mengakui bahwa atmosfer pertandingan yang semakin menyusut ke meja utama memberinya energi ekstra. "Ketika turnamen menyisakan dua atau satu meja, suasananya benar-benar berbeda dan Anda merasakan turnamen itu hidup," ujarnya kepada Channel 5. Ia menambahkan bahwa situasi seperti itu memicu adrenalinnya, terutama saat berhadapan dengan Zhao yang kini menjadi rival utamanya.
Kemenangan ini juga menjadi semacam pembuktian pribadi bagi Trump. "Mungkin saya sedikit lebih bertekad dari biasanya. Di masa lalu, ketika saya kehilangan posisi nomor satu atau orang-orang menempatkan pemain lain sebagai favorit, Anda tidak memiliki dorongan yang sama untuk membuktikan bahwa mereka salah," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi motivasi ekstra yang ia bawa ke turnamen ini.
Sementara itu, di babak sebelumnya, Liam Highfield menyingkirkan bakat muda Stan Moody dengan skor 5-2, dan Mark Selby tampil perkasa dengan kemenangan telak 5-0 atas Jack Lisowski. Hasil ini membuat semifinal British Open tahun ini dihuni oleh nama-nama yang tidak asing, dengan Trump dan Selby sebagai unggulan utama.
Bagi penggemar snooker di Indonesia, pertarungan Trump melawan Zhao menjadi tontonan menarik karena menghadirkan dua gaya bermain yang kontras. Trump dikenal dengan permainan agresif dan break-building yang cepat, sementara Zhao membawa ketenangan khas Asia. Persaingan keduanya diprediksi akan terus berlanjut sepanjang musim, mengingat jarak poin di ranking dunia yang tipis.
Dengan performa impresif di perempat final, Trump kini menunggu lawan di semifinal yang akan dimainkan Sabtu. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi dan kembali merebut gelar yang sempat lepas? Atau justru Zhao akan kembali menunjukkan dominasinya di kesempatan lain? British Open tahun ini menjadi panggung pembuktian bagi keduanya.



