Keely Hodgkinson Bangkit di London Usai Dua Pekan Penuh Tekanan
Baca dalam 60 detik
- Juara Olimpiade 800m putri Keely Hodgkinson memenangi London Diamond League setelah dua kali finis kedua di awal musim outdoor.
- Kemenangan di hadapan 60.000 penonton menjadi modal berharga menuju Kejuaraan Eropa bulan depan.
- Josh Kerr memecahkan rekor mil 27 tahun, sementara Armand Duplantis mundur karena cedera paha.

Keely Hodgkinson akhirnya kembali ke jalur kemenangan di London Diamond League, Sabtu (22/7), setelah mengakui dua pekan terakhir menjadi periode berat bagi pelari 800 meter putri asal Inggris itu. Di hadapan 60.000 penonton yang memenuhi London Stadium, Hodgkinson mengontrol lomba sejak awal dan finis dengan catatan waktu 1 menit 56,21 detik, mengungguli atlet Belanda Femke Broeders-Bol.
Kemenangan ini menjadi pelepas dahaga setelah Hodgkinson menelan dua kekalahan beruntun di ajang Diamond League Stockholm dan Eugene. Di Stockholm ia memang memperbaiki rekor nasional Inggris, tetapi di Eugene ia jatuh saat pemanasan. "Campuran emosi, tapi saya ambil sisi positifnya. Ini pekan yang berat, tidak semuanya berjalan sesuai rencana," ujar Hodgkinson kepada BBC Sport.
Ambisi besar sempat disematkan pada pelari 24 tahun itu untuk memecahkan rekor dunia 800m putri yang telah bertahan 43 tahun. Namun, prioritasnya berubah menjadi sekadar menang di kandang sendiri. "Satu-satunya alasan saya datang ke sini adalah ingin berlari di depan publik sendiri. Saya senang bisa melewatinya dan sekarang fokus ke Kejuaraan Eropa," tambahnya.
Rekan setim Hodgkinson, Josh Kerr, yang pada hari yang sama memecahkan rekor mil 27 tahun milik Hicham El Guerrouj, memuji ketangguhan mental Hodgkinson. "Mampu menghadapi tekanan bertanding di seluruh dunia lalu menang di depan publik sendiri sungguh luar biasa. Kami beruntung memiliki atlet seperti dia yang terus tampil konsisten," kata Kerr.
Di nomor 400m putra, Rai Benjamin dari Amerika Serikat mencatat waktu terbaik pribadi 44,05 detik, mengungguli Matthew Hudson-Smith (44,18) yang harus puas di posisi kedua. Sementara itu, lomba 800m putra yang dimulai dengan kecepatan rekor dunia berakhir dengan kemenangan Brandon Miller (AS) dalam 1:42,19, setelah Emmanuel Wanyonyi dan Max Burgin kehabisan tenaga di akhir.
Kekhawatiran muncul dari bintang lompat galah Swedia, Armand Duplantis, yang mundur di tengah kompetisi karena masalah pada pahanya. Setelah berhasil melompat 5,95mโyang cukup untuk posisi keduaโia memutuskan tidak mengambil risiko menjelang Kejuaraan Eropa. "Ini bukan hari terbaik saya. Saya perlu evaluasi dan mungkin menjalani pemindaian. Maaf kepada penggemar," ucap Duplantis.
Bagi atlet Indonesia, prestasi Hodgkinson dan Kerr bisa menjadi inspirasi bahwa tekanan dan kegagalan adalah bagian dari proses menuju puncak. Dengan Kejuaraan Eropa yang tinggal sebulan lagi, konsistensi dan manajemen cedera menjadi kunci. Apakah Hodgkinson mampu mempertahankan momentumnya dan menambah medali emas Eropa ke dalam koleksinya?



