Sam Curran dan Pooran Bawa MI London Hancurkan Sunrisers Leeds di Pembuka The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Sam Curran mencetak 60* dan mengambil 2 wicket, sementara Nicholas Pooran menghantam 58* dari 22 bola untuk membawa MI London menang tujuh wicket atas Sunrisers Leeds.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi MI London yang telah memenangi tiga turnamen pria The Hundred terakhir, setelah sebelumnya dikenal sebagai Oval Invincibles.
- Penampilan all-round Curran dan ledakan Pooran menjadi sorotan, menunjukkan kedalaman skuad MI London di kompetisi kriket format pendek.

Sam Curran tampil sebagai bintang all-round saat MI London mengawali kampanye The Hundred 2025 dengan kemenangan meyakinkan tujuh wicket atas Sunrisers Leeds di The Oval, London. Kurang dari 16 bola tersisa, Curran yang tidak terkalahkan 60 (39) dan Nicholas Pooran yang meledak dengan 58* (22) membawa tim asuhan Kieron Pollard itu mengejar target 144 dengan nyaman.
Pertandingan pembuka turnamen kriket format cepat ini menyajikan drama yang padat. Sunrisers Leeds, yang sebelumnya unggul berkat 41 dari Mitchell Marsh dan 31 cepat dari Tom Alsop, hanya mampu mengumpulkan 143 dari 99 bola setelah Richard Gleeson (4-25) dan Curran (2-27) meruntuhkan pertahanan mereka. Namun, momentum berbalik ketika Brydon Carse (2-18) memberikan harapan bagi Sunrisers dengan dua wicket awal.
Di titik kritis itulah Curran dan Pooran membangun kemitraan keempat yang menghancurkan. Mereka menambahkan 93 dalam 40 bola, dengan Pooran yang mencapai lima puluh hanya dalam 19 bola—lima four dan lima six—mengubah tekanan menjadi pesta. Bagi MI London, yang sebelumnya bernama Oval Invincibles sebelum investasi swasta masuk ke The Hundred, kemenangan ini memperpanjang rekor tiga gelar beruntun mereka.
Kekalahan Sunrisers Leeds juga menyoroti kegagalan para pemain kunci mereka. Kapten Zak Crawley hanya membuat 13, sementara kapten Inggris Harry Brook jatuh dengan delapan. Mitchell Marsh menjadi satu-satunya yang konsisten di awal, tetapi setelah kepergiannya, tim kesulitan membangun momentum. Tom Alsop sempat memberikan dorongan akhir, namun tidak cukup untuk mengimbangi serangan Gleeson dan Curran.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred menawarkan tontonan yang semakin mudah diakses melalui siaran langsung BBC iPlayer dan platform digital. Turnamen ini juga menjadi ajang bagi pemain internasional seperti Nicholas Pooran (Trinidad) dan Sam Curran (Inggris) untuk menunjukkan kualitas mereka di panggung global. Dengan format 100 bola yang cepat dan padat aksi, The Hundred terus menarik minat penonton baru di luar pasar tradisional kriket.
Ke depan, MI London akan menghadapi tantangan mempertahankan mahkota mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, Sunrisers Leeds harus segera memperbaiki performa batting mereka jika ingin bersaing di papan atas. Pertanyaan besarnya: mampukah tim lain menghentikan dominasi MI London yang sudah tiga musim beruntun?



