Keajaiban di Southampton: Southern Brave Menang Dramatis Berkat Collapse Welsh Fire
Baca dalam 60 detik
- Southern Brave mengawali kampanye The Hundred 2025 dengan kemenangan delapan run atas Welsh Fire setelah kebangkitan luar biasa di lima over terakhir.
- Welsh Fire kehilangan lima wicket hanya dalam 14 bola setelah Georgia Voll mencapai setengah abad, membalikkan pertandingan yang sempat dikuasai tim tamu.
- Investasi besar Welsh Fire di musim panas ini, termasuk rekrutan termahal Sophie Devine, belum membuahkan hasil setelah finis juru kunci musim lalu.

Southern Brave memulai petualangan mereka di The Hundred 2025 dengan kemenangan tipis delapan run atas Welsh Fire di Utilita Bowl, Southampton, Selasa malam. Pertandingan yang sempat tampak mudah bagi tim tamu berubah drastis dalam 14 bola terakhir ketika Welsh Fire kehilangan lima wicket secara beruntun.
Welsh Fire tampak nyaman mengejar target 127 setelah mencapai 109-3, berkat penampilan apik Georgia Voll yang mencetak 52 dari 39 bola. Namun, Tilly Corteen-Coleman, pemain putaran kiri berusia 18 tahun, memecah kemitraan dengan mengirim Voll kembali ke paviliun. Kejutan itu memicu keruntuhan spektakuler: lima wicket jatuh hanya dalam enam run, dan Welsh Fire akhirnya tertahan di 118-8.
Kapten Sophie Molineux menjadi pahlawan bagi Brave dengan catatan 3-14, termasuk wicket Sophie Devine yang dibeli Welsh Fire dengan harga ยฃ210.000โrekor bersama di liga. Lauren Bell juga berkontribusi dengan dua wicket krusial di akhir laga. Sebelumnya, Brave tampil ceroboh di lapangan dengan beberapa tangkapan yang terlepas, termasuk peluang untuk menyingkirkan Voll lebih awal.
Bagi Brave, kemenangan ini menjadi awal yang ideal setelah musim lalu mereka mencapai final untuk keempat kalinya dalam lima edisi, serta menjuarai kompetisi pada 2023. Namun, performa batting mereka masih perlu ditingkatkan. Lizelle Lee membuka dengan 30 dari 26 bola, tetapi Heather Graham (4-19) memastikan Brave tidak bisa lepas landas, hanya unggul delapan run dari total akhir Welsh Fire.
Di sisi lain, Welsh Fire harus segera bangkit setelah investasi besar mereka di musim panas ini. Selain Devine, mereka juga mendatangkan beberapa pemain bintang untuk memperbaiki posisi juru kunci musim lalu dengan hanya satu kemenangan. Namun, kegagalan mempertahankan momentum saat Voll bersinar menunjukkan kelemahan mental yang perlu diatasi.
Pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa The Hundred, dengan format 100 bola, selalu menyajikan drama hingga akhir. Bagi penggemar kriket di Indonesia yang mulai melirik kompetisi ini, momen seperti ini menunjukkan daya tarik unik turnamen: kecepatan, ketegangan, dan kebangkitan yang tak terduga. Ke depannya, apakah Welsh Fire mampu membalikkan keadaan atau kembali terpuruk? Jawabannya akan terlihat dalam laga-laga berikutnya.



