Apple Rilis Program Sewa Perangkat 'Apple Upgrade' demi Dongkrak Penjualan
Baca dalam 60 detik
- Apple akan meluncurkan layanan sewa perangkat bernama 'Apple Upgrade' pada 28 Juli di Amerika Serikat, bekerja sama dengan Klarna Group sebagai mitra pembiayaan.
- Program ini memungkinkan pengguna mengganti perangkat sebelum masa sewa berakhir atau membeli perangkat setelah periode sewa, tanpa menyertakan AppleCare.
- Langkah ini diambil di tengah kenaikan harga sejumlah produk Apple akibat lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh permintaan industri AI.

Apple segera meluncurkan program sewa perangkat bernama 'Apple Upgrade' pada 28 Juli mendatang di Amerika Serikat, sebuah langkah strategis untuk mendongkrak penjualan di tengah tekanan kenaikan biaya komponen. Bloomberg News melaporkan, Selasa (21/7), bahwa layanan ini akan menggantikan skema pembiayaan iPhone yang sudah ada dan membuka opsi baru bagi konsumen yang ingin menggunakan perangkat Apple secara lebih fleksibel.
Program ini hadir saat Apple mulai menaikkan harga jual iPad, MacBook, dan sejumlah produk lain—kecuali iPhone—setelah sebelumnya berusaha menahan dampak lonjakan harga chip memori dan penyimpanan. Kenaikan biaya komponen tersebut dipicu oleh derasnya pembangunan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang memborong pasokan chip global. Dengan Apple Upgrade, Apple berharap dapat mempertahankan daya tarik produknya tanpa harus menekan margin keuntungan.
Menurut laporan Bloomberg, Apple Upgrade akan mendukung sebagian besar model iPhone, Mac, iPad, dan Apple Watch. Skemanya menyerupai langganan: pengguna dapat melunasi perangkat lebih awal, beralih ke model terbaru sebelum masa sewa berakhir, atau tetap memiliki perangkat setelah periode sewa selesai. Layanan ini tersedia di toko fisik Apple maupun secara daring.
Apple berencana menghentikan pendaftaran baru untuk program pembiayaan iPhone yang ada—yaitu iPhone Upgrade Program dan pembiayaan standar—untuk memberi jalan bagi inisiatif baru ini. Perusahaan juga memasarkan Apple Upgrade sebagai opsi dengan cicilan lebih rendah dibandingkan skema pembiayaan yang sudah berjalan. Namun, beberapa perangkat seperti Apple Watch SE, iPad entry-level, iPhone 16, dan MacBook Neo tidak termasuk dalam program ini. Pembelian untuk keperluan bisnis dan pendidikan juga dikecualikan.
Bagi konsumen di Indonesia, kehadiran program sewa perangkat Apple ini mungkin belum langsung terasa karena peluncuran awal hanya di AS. Namun, tren model langganan perangkat elektronik mulai menarik perhatian di pasar Asia Tenggara. Beberapa perusahaan teknologi di Indonesia sudah menawarkan skema sewa smartphone, meskipun belum ada pemain besar seperti Apple yang terjun langsung. Jika program ini sukses, bukan tidak mungkin Apple akan memperluasnya ke pasar lain, termasuk Indonesia, yang memiliki basis pengguna Apple cukup besar.
Kemitraan dengan Klarna, perusahaan fintech asal Swedia yang dikenal dengan layanan 'beli sekarang, bayar nanti' (BNPL), juga menunjukkan pergeseran strategi Apple dalam pembiayaan. Klarna akan menjadi penyandang dana di belakang program ini, menggantikan peran bank atau lembaga keuangan tradisional. Langkah ini bisa menjadi preseden bagi kerja serupa di masa depan, terutama di negara-negara dengan penetrasi layanan BNPL yang tinggi.
Baik Apple maupun Klarna belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar Reuters. Dengan peluncuran yang tinggal beberapa hari lagi, publik akan melihat apakah Apple Upgrade mampu menjadi katalis penjualan baru atau justru menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen yang terbiasa dengan skema pembiayaan lama.



