Robot Serigala Monster Wolf Mulai Berpatroli di Bandara Kushiro, Jepang
Baca dalam 60 detik
- Bandara Kushiro di Hokkaido mengoperasikan robot otonom bernama Monster Wolf untuk mengusir hewan liar dari landasan pacu, mengurangi risiko tabrakan dengan pesawat.
- Robot ini menggunakan sensor inframerah dan 50 jenis suara, termasuk lolongan serigala, untuk menakuti rubah dan kelinci yang selama ini menjadi masalah.
- Keberhasilan uji coba dua tahun mendorong penerapan penuh, membuka peluang adopsi teknologi serupa di bandara Indonesia yang kerap menghadapi gangguan satwa.

Bandara Kushiro di Hokkaido, Jepang, resmi mempekerjakan robot otonom berbentuk serigala bernama Monster Wolf untuk menjaga landasan pacu dari gangguan hewan liar. Langkah ini menjadi yang pertama di Jepang dalam penggunaan skala penuh robot pengusir satwa tanpa awak di area bandara.
Monster Wolf dioperasikan oleh Hokkaido Airports Co. dan diperkenalkan kepada media pada 13 Juli lalu. Robot ini ditempatkan di area terlarang sisi utara bandara, menyusuri rute sepanjang 250 meter secara bolak-balik dengan bantuan GPS. Dengan tinggi sekitar 50 sentimeter dan badan mirip serigala, robot ini dirancang untuk berpatroli 24 jam tanpa henti.
Sensor inframerah yang terpasang pada Monster Wolf mampu mendeteksi keberadaan hewan kecil seperti rubah dan kelinci. Begitu terdeteksi, robot akan mengeluarkan salah satu dari 50 jenis suara, termasuk lolongan serigala, untuk menakuti hewan tersebut. Inovasi ini diharapkan menekan risiko tabrakan antara hewan dan pesawat yang tengah lepas landas atau mendarat.
Kepala Departemen Operasional Bandara Kushiro, Akihiro Mikami, menyatakan bahwa Monster Wolf akan membantu mengurangi risiko tabrakan dengan pesawat. Sebelumnya, bandara yang terletak di daerah perbukitan sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kushiro ini telah lama menghadapi masalah masuknya hewan kecil ke area landasan. Uji coba selama dua tahun sejak 2024 menggunakan Monster Wolf buatan Ohta Seiki dari Naie, Hokkaido, dinilai berhasil menekan populasi hewan liar di sekitar bandara.
Keberhasilan ini membuka peluang adopsi teknologi serupa di bandara-bandara lain, termasuk di Indonesia. Bandara seperti Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, atau Juanda kerap menghadapi gangguan burung atau monyet yang dapat membahayakan penerbangan. Meski belum ada rencana konkret, inovasi Monster Wolf bisa menjadi solusi ramah lingkungan tanpa harus menggunakan metode berburu atau racun.
Dengan kemampuan otonom dan sensor canggih, Monster Wolf menawarkan pendekatan baru dalam manajemen satwa liar di bandara. Pertanyaannya, akankah bandara-bandara di Indonesia segera mengikuti jejak Jepang untuk mengadopsi robot serigala ini?



