Garmin Cirqa: Fitness Tracker Tanpa Layar Hadir di Singapura, Siap Saingi Whoop
Baca dalam 60 detik
- Garmin merilis Cirqa, gelang kebugaran tanpa layar pertama mereka, dengan harga S$279 di Singapura.
- Alat ini menawarkan pelacakan otomatis lebih dari 80 aktivitas dan baterai hingga 10 hari, tanpa biaya berlangganan.
- Model pembelian sekali bayar ini menjadi diferensiasi utama dibanding pesaing seperti Whoop yang menerapkan sistem membership.

Garmin resmi memasuki segmen wearable tanpa layar dengan meluncurkan Cirqa, sebuah gelang kebugaran yang mengandalkan satu tombol fisik dan aplikasi pendamping untuk menyajikan data kesehatan. Perangkat ini dibanderol S$279 di Singapura dan menawarkan alternatif bagi pengguna yang ingin memantau aktivitas tanpa gangguan notifikasi.
Dalam siaran pers pada Selasa (21 Juli), Garmin menjelaskan bahwa Cirqa mampu merekam secara otomatis lebih dari 80 jenis aktivitas, mulai dari lari, jalan kaki, hingga yoga. Data yang terekam dapat ditinjau dan diedit melalui aplikasi Garmin Connect, dan seiring waktu, algoritma perangkat akan belajar mengklasifikasikan latihan dengan lebih akurat. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang enggan repot mengatur mode olahraga secara manual.
Dari segi desain, Cirqa mengusung tampilan minimalis dengan bahan kain yang nyaman dipakai di pergelangan tangan atau lengan atas. Tersedia dalam empat warna netralโHitam, Dark Olive, French Blue, dan Mauveโgelang ini tidak memiliki layar sentuh, hanya satu tombol fisik untuk navigasi dasar. Garmin mengklaim daya tahan baterai mencapai 10 hari dalam sekali pengisian, cukup untuk pemakaian harian tanpa sering mengecas.
Bagi pengguna yang membutuhkan analisis lebih mendalam, Garmin menyediakan opsi langganan Garmin Connect+ yang menawarkan fitur pembinaan tambahan. Namun, seluruh metrik inti seperti kesehatan, kebugaran, tidur, dan pemulihan tetap bisa diakses gratis melalui aplikasi. Aksesori seperti tali pengganti dijual terpisah.
Peluncuran Cirqa memicu perbandingan dengan Whoop, pemain mapan di segmen fitness tracker tanpa layar. Perbedaan paling mencolok terletak pada model bisnis: Cirqa dijual dengan harga tetap satu kali, sementara Whoop menerapkan sistem keanggotaan tahunan mulai US$199 yang sudah termasuk perangkat keras. Bagi konsumen yang enggan membayar biaya berulang, Cirqa menawarkan opsi lebih hemat dalam jangka panjang.
Di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tren wearable tanpa layar masih relatif baru. Namun, dengan harga yang kompetitif dan ekosistem Garmin yang sudah mapan, Cirqa berpotensi menarik pengguna yang menginginkan pelacakan kebugaran tanpa distorsi layar. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia, tetapi mengingat Garmin memiliki jaringan distribusi luas di Tanah Air, kehadiran Cirqa di pasar lokal bukanlah kemustahilan.
Pesaing lain seperti Polar Loop (S$269) dan Google Fitbit Air (S$189) juga hadir di segmen serupa, namun Fitbit Air baru diluncurkan pada Mei 2026 dan belum memiliki basis pengguna sebesar Garmin. Pertarungan di segmen niche ini diprediksi akan semakin menarik seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan tanpa ketergantungan pada layar.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah konsumen Indonesia akan beralih dari smartwatch konvensional ke perangkat minimalis seperti Cirqa, atau justru tetap setia pada layar yang menyajikan notifikasi dan aplikasi. Garmin tampaknya bertaruh bahwa ada pasar yang cukup besar bagi mereka yang ingin 'lepas dari layar' namun tetap terhubung dengan data kesehatan.



