Ben Stokes Kembali Bergemuruh: Century Dramatis di Debut Domestik Pasca-Pensiun
Baca dalam 60 detik
- Ben Stokes mencetak 108* tak terkalahkan dalam debut One-Day Cup bersama Durham setelah pensiun dari kriket internasional.
- Pemain serba bisa itu berjuang melawan kram parah, bahkan sempat ambruk saat mencapai fifty, namun tetap memimpin tim mengejar target 257.
- Penampilan heroik ini menegaskan kelas Stokes sebagai pemain kunci di level domestik, menarik perhatian publik di tengah jadwal bentrok dengan The Hundred.

Ben Stokes kembali menjadi pusat perhatian dunia kriket setelah mencatatkan century penuh perjuangan pada laga perdananya bersama Durham di One-Day Cup, hanya tiga pekan setelah mengumumkan pensiun dari kriket internasional. Mantan kapten Inggris itu tidak hanya mencetak 108 run tanpa terkalahkan, tetapi juga harus bertarung melawan kram otot yang berulang kali menyerangnya sepanjang inning.
Pertandingan di County Ground, Derby, tersebut menjadi debut Stokes di kompetisi List A bersama Durham dalam hampir 12 tahun. Ia turun sebagai pemukul nomor empat saat timnya tertinggal 24-2 setelah dua pembuka tumbang oleh Ben Aitchison. Dengan langkah tertatih-tatih akibat kram, Stokes membangun kemitraan krusial bersama Will Rhodes (45), Colin Ackermann (28), dan Ollie Robinson (23) untuk membawa Durham mengejar target 257 dengan kemenangan lima wicket.
Momen paling dramatis terjadi saat Stokes mencapai fiftyโia ambruk kesakitan di lapangan, namun menolak menyerah. Fisioterapis beberapa kali masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan, tetapi Stokes terus melanjutkan permainan dengan grit khas yang selama ini melekat pada penampilannya di tim nasional. Inning tersebut berlangsung dari 71 bola untuk fifty, lalu ia mempercepat laju hingga akhirnya menyentuh angka tiga digit dengan total 10 four.
Sebelumnya, Derbyshire yang memukul lebih dulu mengandalkan century Martin Andersson (108) untuk mengumpulkan 256-9. Stokes yang juga tampil sebagai bowler melemparkan sembilan over dengan ekonomi cukup baik namun gagal mengambil wicket (0-38). Namun, kontribusinya dengan bat terbukti menjadi pembeda.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, penampilan Stokes ini menjadi pengingat bahwa kriket domestik Inggris tetap menyajikan kualitas tinggi meskipun para pemain bintang telah pensiun dari level internasional. Stokes, yang pensiun dari Tes kriket pada akhir Juli lalu, memilih untuk tetap aktif di kompetisi county, membuka peluang bagi penonton global untuk menyaksikan aksinya tanpa harus menunggu seri internasional. Hal ini juga memperkuat daya tarik One-Day Cup sebagai ajang yang mampu menghadirkan drama dan kejutan.
Pelatih Durham, Ryan Campbell, memuji ketangguhan Stokes: "Dia menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik generasinya. Bermain dengan kram seperti itu, tetapi tetap fokus dan memimpin timโitu luar biasa." Sementara itu, kapten Derbyshire, Brooke Guest, mengakui bahwa kehadiran Stokes mengubah dinamika pertandingan: "Kami tahu ia pemain besar, tetapi melihatnya berjuang melewati rasa sakit dan tetap menghasilkan inning kemenangan benar-benar menginspirasi."
Dengan performa ini, Stokes membuktikan bahwa pensiun dari kancah internasional tidak mengurangi insting kompetitifnya. Pertanyaan selanjutnya: akankah ia kembali memperkuat Durham di sisa musim, atau justru menjadi magnet bagi tim-tim lain di turnamen global? Yang jelas, kriket domestik Inggris kini memiliki satu lagi alasan untuk ditonton.



