Zaniolo Akhiri Drama Kontrak, Teken Perpanjangan di Udinese hingga 2029
Baca dalam 60 detik
- Nicolò Zaniolo resmi menandatangani kontrak baru bersama Udinese hingga Juni 2029, mengakhiri perselisihan gaji yang membuatnya mogok latihan pramusim.
- Kesepakatan ini mencakup kenaikan gaji menjadi €2 juta per musim dengan skema pembayaran yang menggabungkan gaji pokok dan bonus berbasis performa.
- Galatasaray masih berhak atas 50 persen dari biaya penjualan Zaniolo di masa depan, menjadikan Udinese harus cermat dalam mengelola aset pemain.

Nicolò Zaniolo akhirnya mengakhiri kebuntuan negosiasi kontrak dengan Udinese setelah menandatangani perpanjangan kerja sama hingga Juni 2029, plus opsi perpanjangan satu musim tambahan. Kesepakatan ini mengakhiri drama yang sempat membuat pemain timnas Italia itu memboikot latihan pramusim selama lebih dari sepekan.
Menurut laporan Sky Sport Italia, detail akhir kontrak rampung pada hari yang sama dengan penandatanganan. Zaniolo, yang sebelumnya dijadwalkan kembali berlatih, justru tidak terlihat di fasilitas klub karena sedang menyelesaikan urusan kontrak. Udinese pun akhirnya memberikan kenaikan gaji yang signifikan, dari sebelumnya sekitar €1,8 juta menjadi €2 juta per musim, dengan struktur baru yang membagi pendapatan tetap dan bonus berdasarkan penampilan.
Kisruh ini bermula sejak kepindahan Zaniolo dari Galatasaray pada bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian dikebut pada hari terakhir bursa, sehingga masalah gaji ditunda hingga akhir musim. Namun, negosiasi ulang berjalan alot dan membuat pemain berusia 25 tahun itu memilih walk-out dari sesi latihan pramusim. Udinese, yang membutuhkan kreativitas di lini serang, akhirnya melunak demi mempertahankan pemain yang musim lalu menyumbang enam gol dan enam assist dalam 34 penampilan kompetitif.
Bagi Udinese, mempertahankan Zaniolo menjadi langkah strategis mengingat kontribusinya yang cukup konsisten. Namun, klausul pembagian hasil penjualan dengan Galatasaray sebesar 50 persen membatasi keuntungan finansial jika suatu saat Zaniolo dijual. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen klub asal Friuli itu dalam merencanakan masa depan skuad.
Dari sisi pemain, kontrak baru ini memberikan kepastian karier setelah sempat terombang-ambing. Zaniolo, yang sempat menjadi andalan AS Roma sebelum cedera panjang, kini berpeluang membangun kembali reputasinya di Serie A. Udinese sendiri dikenal sebagai klub yang sering menjadi batu loncatan pemain muda menuju klub besar, sehingga Zaniolo bisa memanfaatkan panggung ini untuk kembali ke level tertinggi.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Zaniolo mampu mempertahankan performa dan menghindari cedera yang kerap menghantuinya. Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia akan kembali menjadi incaran klub-klub papan atas Eropa dalam beberapa musim ke depan.



