Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diculik saat Perayaan Ultah Nenek, Polisi Selidiki Motif
Baca dalam 60 detik
- Atlet golf Jesslyn Wijaya diduga diculik oleh sekelompok pria di restoran Jakarta Pusat saat acara keluarga, dan sejak itu tidak dapat dihubungi.
- Polisi masih menyelidiki apakah peristiwa ini merupakan penculikan atau tindakan sukarela korban, dengan pemeriksaan saksi dan CCTV.
- Keluarga melaporkan indikasi perjalanan korban ke Malaysia dan sinyal ponsel di Bali, memperumit pencarian.

Seorang atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, dilaporkan hilang setelah diduga diculik saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/7) malam. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat, namun hingga saat ini polisi masih mendalami apakah kasus ini murni penculikan atau ada unsur kesukarelaan dari korban.
Menurut kuasa hukum keluarga, Andi Darti, Jesslyn tiba-tiba ditutup matanya oleh dua pria bertubuh besar dan diangkat menuju sebuah mobil hitam. Korban sempat berteriak dan berusaha melarikan diri, namun kembali dipaksa masuk ke dalam kendaraan. Lima orang pria diduga terlibat dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita itu. Sejak kejadian, ponsel korban tidak dapat diakses dan ia tidak lagi bisa dihubungi oleh keluarga maupun teman.
Keluarga telah melaporkan kasus ini dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS. Polisi disebut telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua korban, serta mengamankan rekaman CCTV di lokasi. Namun, penyelidikan masih berjalan dan polisi belum menetapkan tersangka.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki apakah hilangnya Jesslyn merupakan keinginan sendiri atau benar-benar tindak pidana penculikan. "Kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal," ujarnya, Selasa (21/7). Polisi juga menduga korban saat ini tidak lagi berada di Jakarta.
Informasi dari keluarga menyebutkan adanya indikasi perjalanan korban ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Selain itu, ponsel yang diduga milik Jesslyn terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Bali. Temuan ini menambah kompleksitas kasus dan mempersempit kemungkinan lokasi keberadaan korban. Keluarga berharap polisi dapat segera menemukan Jesslyn dan mengungkap motif di balik peristiwa ini.
Jesslyn diketahui tinggal mandiri di sebuah apartemen di Pluit, Jakarta Utara, dan tidak lagi serumah dengan ibu serta adiknya. Kondisi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memudahkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Publik pun menanti perkembangan kasus ini, terutama mengingat status Jesslyn sebagai atlet muda yang sedang meniti karier.
Ke depan, polisi perlu memastikan apakah ada jaringan penculikan yang lebih luas atau motif pribadi di balik kasus ini. Pertanyaan yang masih menggantung: apakah Jesslyn benar-benar menjadi korban kejahatan, ataukah ada alasan lain yang mendorongnya meninggalkan keluarga tanpa kabar?



