Richard O'Sullivan, Bintang Sitkom Legendaris Inggris, Tutup Usia di 82 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktor Inggris yang dikenal lewat perannya dalam 'Man About the House' dan 'Robin's Nest' meninggal dunia di usia 82 tahun di panti jompo Royal Variety Charity.
- Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan Inggris, dengan rekan sejawat dan penggemar mengenang kontribusinya dalam membentuk budaya populer era 70-an.
- Warisan aktingnya yang luas, dari komedi hingga drama, tetap relevan dan menginspirasi generasi baru melalui tayangan ulang di berbagai platform.

Dunia hiburan Inggris kembali berduka. Richard O'Sullivan, aktor yang namanya melekat lewat sitkom ikonik 'Man About the House' dan 'Robin's Nest', mengembuskan napas terakhir pada usia 82 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga pada Jumat (04/09/26) waktu setempat, menandai berakhirnya era keemasan komedi situasi Britania yang pernah menghiasi layar kaca jutaan pemirsa.
Aktor yang lahir di Chiswick, London, pada Mei 1944 ini menghabiskan 23 tahun terakhir hidupnya di Brinsworth House, panti jompo milik Royal Variety Charity di Twickenham. Ia pindah ke sana pada 2003 setelah mengalami stroke yang memaksanya mundur dari sorotan publik. Meski demikian, semangat dan kecintaannya pada seni peran tak pernah padam, sebagaimana diungkapkan sang putra, James O'Sullivan, dalam pernyataan resminya.
James mengenang ayahnya sebagai sosok yang humoris dan menawan, sama seperti karakter-karakter yang ia perankan di layar kaca. "Dia selalu baik hati, ceria, kakek yang penyayang, dan ayah yang luar biasa. Saya akan sangat merindukannya," ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim Brinsworth House atas perawatan dan kasih sayang yang diberikan selama lebih dari dua dekade. "Mereka benar-benar luar biasa," tambahnya.
Kepergian O'Sullivan juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya. Giles Cooper, Presiden Kehormatan Royal Variety Charity, menyebut O'Sullivan sebagai "master pesona tanpa usaha dan ketepatan komedi yang sempurna". Sementara itu, aktor Robin Askwith, yang pernah beradu peran dengannya, dengan tegas menyatakan O'Sullivan sebagai "aktor terhebat di generasinya". Dalam unggahannya di media sosial, Askwith menulis, "Dia membuat komedi terlihat sederhana dan drama yang solid tampak lebih mudah lagi. Dia seorang yang nakal dan saya menyayanginya."
Karier O'Sullivan membentang lebih dari lima dekade, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di industri hiburan. Ia mengawali debutnya di usia belia, muncul dalam film 'The Yellow Balloon' pada 1953 dan 'The Stranger's Hand' di tahun yang sama. Namun, namanya melambung berkat perannya sebagai Robin Tripp, seorang calon koki yang tinggal bersama dua perempuan di sitkom 'Man About the House'. Serial yang tayang di ITV ini tidak hanya sukses di Inggris, tetapi juga diadaptasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dengan judul 'Three's Company'.
Setelah 'Man About the House' berakhir, O'Sullivan kembali memerankan karakter Robin dalam 'Robin's Nest', yang mengisahkan usahanya membuka bistro. Kesuksesan kedua serial ini menjadikannya salah satu wajah paling dikenal di televisi Inggris pada era 70-an. Selain itu, ia juga tampil dalam film-film seperti 'Carry On Teacher' dan 'Cleopatra', menunjukkan fleksibilitasnya sebagai aktor yang mampu membawakan peran komedi maupun drama.
Di balik layar, kehidupan pribadi O'Sullivan juga tak lepas dari sorotan. Ia menjalin hubungan dengan lawan mainnya di 'Man About the House', Sally Thomsett, dari 1973 hingga 1976, dan kemudian dengan Tessa Wyatt, yang memberinya seorang putra, James. Ia menikah dua kali, pertama dengan Diana Terry pada 1971 yang berakhir di tahun yang sama, dan kemudian dengan Christine Smart pada 1987 yang berakhir dengan perceraian tujuh tahun kemudian. Setelah stroke yang dideritanya, O'Sullivan memilih untuk pensiun dari kehidupan publik pada 1996, dengan penampilan terakhirnya di acara BBC 'This Is Your Life' pada 1999.
Kepergian Richard O'Sullivan menandai hilangnya salah satu ikon komedi Britania yang karyanya telah menghibur lintas generasi. Di Indonesia, meski sitkom era 70-an mungkin tidak setenar di Inggris, pengaruhnya terasa melalui tayangan ulang di kanal-kanal internasional yang kerap menjadi tontonan keluarga. Pertanyaannya, akankah industri hiburan tanah air mampu menghasilkan aktor dengan daya tahan karier dan pengaruh sebesar O'Sullivan, yang karyanya tetap relevan hingga puluhan tahun kemudian?



