Liverpool Gagal Bawa Minteh, Brighton Beri Isyarat Transfer Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Brighton menolak tawaran Liverpool senilai £60 juta untuk Yankuba Minteh, yang menuntut harga £70 juta.
- Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menyatakan Minteh tetap berkomitmen dan bisa pindah di bursa mendatang jika tampil impresif.
- Brighton mengamankan gelandang bertahan Spanyol, Chema Andres, sebagai pengganti potensial setelah menjual Carlos Baleba ke Manchester United.

Brighton & Hove Albion dengan tegas menolak dua tawaran Liverpool untuk Yankuba Minteh pada bursa transfer musim panas ini, memicu spekulasi bahwa pemain sayap asal Gambia itu bisa pindah di jendela berikutnya. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, mengungkapkan bahwa pintu tidak sepenuhnya tertutup bagi Minteh untuk mewujudkan ambisinya, asalkan ia mampu tampil konsisten bersama tim.
The Reds, yang kini ditangani Andoni Iraola, mengajukan tawaran sebesar £50 juta dan kemudian meningkat menjadi £60 juta, namun keduanya ditolak mentah-mentah oleh manajemen Brighton. Menurut sumber internal, klub asal pantai selatan Inggris itu mematok harga sekitar £70 juta untuk pemain berusia 22 tahun yang bergabung dari Newcastle United pada 2024 dengan nilai transfer £30 juta. Sejak bergabung, Minteh telah mencatatkan 10 gol dan sembilan assist dalam 73 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya aset berharga yang tidak mudah dilepas.
Menjelang laga Premier League melawan Leeds United akhir pekan ini, Hurzeler menyatakan bahwa masa depan Minteh tetap berada di Brighton, setidaknya untuk saat ini. "Jika seluruh tim sukses dan individu bersinar, Yankuba akan kembali mendapat perhatian besar dan dia mungkin bisa mewujudkan mimpinya di bursa transfer berikutnya," ujarnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Brighton tidak menutup kemungkinan melepas pemainnya di masa depan, tetapi dengan syarat ada tawaran yang sesuai dengan valuasi klub.
Hurzeler menegaskan bahwa Minteh "pasti" berkomitmen kepada Brighton meski gagal pindah ke Anfield. "Dia mengenakan warna Brighton, dia memakai lencana Brighton. Dia telah bersama kami selama dua tahun sebagai bagian dari skuad. Dia telah mencapai hal-hal besar bersama rekan-rekannya," kata pelatih asal Jerman itu. "Ini juga tentang dia untuk berkomitmen. Pada akhirnya, kami selalu mengatakan bahwa kami ingin sukses sebagai klub, dan kemudian Anda bisa bersinar sebagai individu."
Di tengah batalnya kepergian Minteh, Brighton tetap aktif di bursa transfer. Mereka berhasil mengumpulkan dana signifikan dari penjualan pemain, termasuk transfer Carlos Baleba ke Manchester United senilai £70 juta. Dengan dana tersebut, Brighton bergerak cepat mendatangkan gelandang bertahan asal Spanyol, Chema Andres, dari Stuttgart dengan nilai transfer £15,5 juta pada hari penutupan bursa. Andres, yang berusia 21 tahun, tampil impresif musim lalu bersama Stuttgart dengan 41 penampilan dan membantu klub tersebut lolos ke Liga Champions. Ia merupakan produk akademi Real Madrid dan sempat menjalani debut di La Liga pada Januari 2025.
Kedatangan Andres langsung memicu perbandingan dengan Rodri, gelandang bertahan Manchester City yang memenangkan Ballon d'Or. Hurzeler mengaku memahami julukan "baby Rodri" yang melekat pada Andres. "Dia memiliki motivasi untuk terus berkembang setiap hari. Dia datang di hari pertama dan langsung ingin berlatih di lapangan, ingin menyentuh bola, dan Anda benar-benar bisa merasakan bahwa dia sangat ambisius," jelas Hurzeler. "Karena itu, saya bisa memahami perbandingan itu, tetapi dia masih memiliki jalan panjang dan semoga suatu hari dia bisa mencapai level tersebut. Itu akan menjadi hal besar bagi kami dan juga bagi dunia sepak bola."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Inggris kini berani mematok harga tinggi untuk pemain muda berbakat, terutama yang berasal dari kawasan Afrika. Minteh, yang merupakan pemain internasional Gambia, menjadi contoh bagaimana talenta di luar Eropa bisa menembus liga top dunia dan menjadi rebutan klub-klub besar. Pola ini juga relevan dengan perkembangan pesepak bola Indonesia yang mulai merambah liga Eropa, meski masih dalam skala yang lebih kecil.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Liverpool akan kembali mengajukan tawaran pada Januari mendatang atau justru beralih ke target lain. Sementara itu, Brighton tampaknya berada di posisi yang menguntungkan: mereka memiliki pemain berkualitas yang bisa dipertahankan atau dijual dengan harga premium. Dengan kehadiran Andres, lini tengah Brighton semakin solid, dan mereka bisa fokus meraih hasil positif di Premier League. Apakah Minteh akan bertahan lama di Brighton, atau justru menjadi magnet transfer berikutnya yang memecahkan rekor? Waktu yang akan menjawab.



