Gempa M 5,8 Guncang Maluku Utara, Getaran Terasa hingga Bitung dan Tidore
Baca dalam 60 detik
- Gempa tektonik dangkal magnitudo 5,8 melanda barat daya Ternate pada Jumat pagi, dipicu aktivitas subduksi lempeng.
- Guncangan terkuat skala V MMI terjadi di Pulau Batang Dua, sementara wilayah lain seperti Halmahera Selatan dan Tondano merasakan skala IV MMI.
- BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami dan hingga pukul 06.25 WIB belum terdeteksi gempa susulan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (24/7) pukul 05.58 WIB. Getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah, mulai dari Pulau Batang Dua hingga Kota Bitung, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap bangunan yang mungkin retak.
Menurut catatan BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 0,75ยฐ Lintang Utara dan 126,33ยฐ Bujur Timur, sekitar 115 kilometer barat daya Ternate. Kedalaman hiposenter tercatat 27 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault, yang lazim terjadi di zona subduksi.
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) yang dirilis BMKG, intensitas gempa mencapai skala V MMI di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, benda-benda kecil bergoyang, dan plester dinding bisa retak. Sementara itu, skala IV MMI terpantau di Kayoa (Halmahera Selatan), Kota Ternate, dan Kota Tondano. Wilayah dengan skala III MMI meliputi Pulau Ternate, Kota Tidore, Kota Jailolo, dan Kota Bitung. Di tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk besar melintas.
Hingga pukul 06.25 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock). Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Wijayanto menegaskan bahwa sumber informasi resmi hanya dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.
Secara terpisah, gempa bumi lain dengan magnitudo 3,9 terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul 06.53 WIB. Episenter gempa ini berada di darat, 57 kilometer timur laut Sumbawa, dengan kedalaman 19 kilometer. Getaran dirasakan di Kabupaten Dompu dengan skala II MMI, yaitu getaran ringan yang hanya dirasakan oleh beberapa orang di lantai atas. Kejadian ini menambah catatan aktivitas seismik di Indonesia yang memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Ke depan, masyarakat di wilayah rawan gempa perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan. Meskipun gempa M 5,8 kali ini tidak menimbulkan tsunami, potensi gempa besar dengan mekanisme serupa tetap ada di zona subduksi Maluku Utara. Pertanyaan yang mengemuka: sudahkah infrastruktur dan sistem peringatan dini di daerah tersebut cukup tangguh menghadapi gempa yang lebih besar?



