Pernah Tolak Manchester United, Kiper AS Matt Freese Incaran Celtic
Baca dalam 60 detik
- Celtic dikabarkan tertarik merekrut kiper timnas AS Matt Freese sebagai suksesor Kasper Schmeichel yang pensiun.
- Freese pernah menolak tawaran Manchester United demi menempuh pendidikan di Harvard, sebuah keputusan yang justru mengantarkannya ke level internasional.
- Persaingan dengan klub Premier League dan kontrak panjang Freese hingga 2030 menjadi tantangan utama bagi Celtic.

Klub raksasa Skotlandia, Celtic, dilaporkan tengah membidik kiper tim nasional Amerika Serikat, Matt Freese, sebagai calon pengganti jangka panjang Kasper Schmeichel yang telah pensiun. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Hoops untuk tetap kompetitif di kancah domestik dan Eropa dengan mendatangkan penjaga gawang yang tengah naik daun.
Freese bukanlah kiper biasa. Namanya mulai mencuat setelah ia berani mengambil jalan berbeda di awal karier. Alih-alih menerima kesempatan emas bergabung dengan akademi Manchester United, ia memilih untuk kuliah di Harvard University. Keputusan yang sempat dianggap kontroversial itu justru membentuk mentalitas dan kedewasaannya sebagai pemain. Setelah menimba ilmu di kampus, ia memulai karier profesional di Philadelphia Union sebelum akhirnya bersinar bersama New York City FC (NYCFC) sejak 2023.
Penampilannya yang konsisten di Major League Soccer (MLS) dan timnas AS membuatnya dijuluki 'bintang' oleh legenda sepak bola AS, Landon Donovan. Pujian itu muncul setelah aksi heroik Freese dalam adu penalti yang membawa AS menaklukkan Kosta Rika di perempat final Piala Emas musim panas lalu. Kini, ia menjadi andalan di bawah mistar gawang The Stars and Stripes.
Bagi Celtic, kebutuhan akan kiper baru menjadi mendesak setelah Schmeichel memutuskan gantung sarung tangan. Freese dinilai memiliki profil ideal: ia memasuki usia emas, sudah terbiasa dengan tekanan pertandingan internasional, dan mampu memulai serangan dari belakangโaspek yang sangat dihargai oleh pelatih Brendan Rodgers. Namun, tantangan terbesar bukan hanya adaptasi dengan sepak bola Skotlandia yang keras, melainkan juga persaingan dari klub-klub Inggris yang memiliki daya tarik gaji lebih besar dan panggung Premier League.
Menurut laporan dari akun MLS Transfers yang kerap akurat dalam bursa transfer MLS, Celtic belum mengajukan tawaran resmi. Meski begitu, ketertarikan tersebut dianggap serius mengingat reputasi Freese yang terus menanjak. NYCFC, dengan kontrak panjang yang mengikat Freese, berada dalam posisi kuat untuk menuntut biaya transfer yang signifikan. Jika klub Inggris ikut bergerak, nilai transfer bisa melambung tinggi.
Keputusan Freese di masa lalu menunjukkan ia bukan tipe pemain yang mudah tergoda oleh nama besar klub. Ia lebih mengutamakan kesesuaian proyek dan pengembangan karier. Celtic berharap faktor tersebut bisa menjadi nilai tambah, apalagi klub asal Glasgow itu memiliki tradisi memberikan kesempatan kepada pemain MLS untuk bersinar di Eropa. Pertanyaannya, mampukah Freese menolak gemerlap Premier League demi tantangan di Skotlandia? Atau justru ia akan kembali mengejutkan dengan pilihan yang tak terduga?



