Zidane Dinanti di Kursi Pelatih Timnas Prancis: Konferensi Pers 28 Juli
Baca dalam 60 detik
- FFF menggelar konferensi pers 28 Juli untuk memperkenalkan pelatih baru, dengan Zinedine Zidane sebagai kandidat terkuat.
- Zidane, yang belum melatih sejak 2021, diyakini akan menggantikan Didier Deschamps yang mundur setelah Piala Dunia 2026.
- Keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola Eropa dan memberi inspirasi bagi pengembangan pelatih di Indonesia.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan akan menggelar konferensi pers pada 28 Juli untuk memperkenalkan pelatih anyar Les Bleus. Meski nama Zinedine Zidane tidak disebut secara eksplisit, publik sepak bola Prancis sudah sepakat: legenda hidup berusia 54 tahun itu adalah satu-satunya kandidat yang layak menggantikan Didier Deschamps.
Deschamps resmi mengakhiri masa baktinya setelah 14 tahun menukangi timnas, terhitung sejak Sabtu lalu ketika Prancis finis di posisi keempat Piala Dunia 2026. Keputusan itu membuka jalan bagi Zidane, yang sejak lama menanti panggilan untuk menangani tim yang membesarkan namanya sebagai pemain.
Zidane bukan nama baru di bursa pelatih. Ia telah menjadi favorit sejak Deschamps masih menjabat, namun selalu bersabar menunggu momentum. Kini, setelah lima tahun vakum dari kursi kepelatihan—terakhir kali ia menangani Real Madrid pada 2021—ambisinya untuk memimpin Prancis akhirnya terwujud.
Pencapaian Zidane sebagai pelatih memang sulit ditandingi. Dalam dua periode bersama Real Madrid, ia mempersembahkan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018)—prestasi yang belum pernah terulang di era modern. Namun, ia hanya pernah melatih satu klub, sehingga tantangan menangani tim nasional akan menjadi ujian baru baginya.
Bagi Indonesia, pergantian pelatih tim sekelas Prancis menjadi pelajaran berharga. Regenerasi kepelatihan yang terencana—seperti transisi dari Deschamps ke Zidane—menunjukkan pentingnya kaderisasi. Di dalam negeri, PSSI tengah mendorong program lisensi kepelatihan AFC, namun masih minim figur yang memiliki pengalaman di level tertinggi. Kehadiran Zidane di panggung global bisa menjadi inspirasi bagi pelatih muda Indonesia untuk berani bermimpi.
Menurut analis sepak bola Eropa, keputusan FFF mengumumkan pelatih baru sepekan setelah Piala Dunia menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan siklus berikutnya. Zidane diharapkan membawa filosofi menyerang yang khas, berbeda dengan pendekatan pragmatis Deschamps. Namun, tantangan terbesarnya adalah menyatukan generasi emas Prancis yang sempat goyah di turnamen terakhir.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Zidane mengulang suksesnya di level klub bersama tim nasional? Atau justru tekanan publik Prancis yang kerap tinggi akan menjadi batu sandungan? Jawabannya baru akan mulai terlihat saat konferensi pers pekan depan, ketika Zidane—jika benar diumumkan—akan memaparkan visinya untuk membawa Les Bleus kembali ke puncak.



