Korban Tewas Kebakaran Bar Bangkok Bertambah Jadi 34 Orang
Baca dalam 60 detik
- Seorang perempuan 20 tahun meninggal di rumah sakit akibat luka bakar, menjadikan total korban jiwa kebakaran bar di Bangkok mencapai 34 orang.
- Kebakaran yang terjadi pada 12 Juli 2026 di Rong Beer Na Lad Phrao diduga akibat kurangnya sistem keselamatan dan akses pintu darurat yang terhalang.
- Insiden ini kembali menyoroti lemahnya penegakan regulasi keselamatan di tempat hiburan malam Thailand, yang pernah memakan 67 korban dalam kebakaran Santika Club 2009.

Korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah bar dan restoran di Bangkok pekan lalu kembali bertambah. Seorang perempuan berusia 20 tahun menghembuskan napas terakhir di rumah sakit pada Minggu (19/7) dini hari, menjadikan total korban jiwa menjadi 34 orang.
Kebakaran terjadi pada malam 12 Juli 2026 di Rong Beer Na Lad Phrao, tempat hiburan yang kerap dipadati pengunjung. Api dengan cepat melahap bangunan yang saat itu sedang menggelar pertunjukan musik langsung. Menurut keterangan kepolisian setempat, sebagian besar korban meninggal akibat menghirup asap tebal, sementara yang lain mengalami luka bakar parah dan akhirnya meninggal di rumah sakit.
Hingga saat ini, 13 korban luka masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Bangkok. Pusat Medis Darurat Erawan, yang dikelola otoritas kota Bangkok, mengonfirmasi bahwa korban terakhir yang meninggal bernama Apinya Sukthongsa. Total sekitar 70 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, polisi menemukan banyak jenazah terkumpul di dekat toilet, memunculkan dugaan bahwa pintu darurat terhalang atau tidak berfungsi. Seorang ahli keselamatan bangunan yang diwawancarai AFP menilai bahwa bar tersebut tampaknya tidak memiliki sistem keselamatan yang memadai untuk menampung kerumunan besar dan acara musik langsung. Ketiadaan sprinkler, pintu darurat yang jelas, dan jalur evakuasi yang memadai diduga menjadi faktor utama tingginya jumlah korban.
Bagi Indonesia, tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam. Di dalam negeri, kasus serupa pernah terjadi, seperti kebakaran diskotek di Surabaya pada 2015 yang menewaskan puluhan orang. Otoritas Indonesia kerap memperbarui regulasi keselamatan kebakaran, namun implementasi di lapangan masih lemah. Banyak bar dan klub malam di kota-kota besar yang beroperasi tanpa izin yang memadai atau mengabaikan standar keselamatan. Peristiwa di Bangkok ini diharapkan mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan inspeksi mendadak dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran serupa.
โThailand memiliki catatan kelam dalam hal keselamatan tempat hiburan. Kebakaran Santika Club pada 2009 yang menewaskan 67 orang seharusnya menjadi pelajaran, namun tampaknya masih ada celah dalam pengawasan,โ ujar seorang pengamat keselamatan publik dari Universitas Chulalongkorn.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah otoritas Thailand akan mampu memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Tanpa tindakan nyata, risiko tragedi serupa akan terus menghantui industri hiburan malam di Thailand dan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.



