PSG Kukuh Menolak Tawaran Manchester City untuk Jennifer Echegini
Baca dalam 60 detik
- Klub raksasa Prancis menegaskan Echegini tidak dijual meski kontraknya tersisa setahun.
- Keputusan ini mempersempit opsi City di tengah badai cedera yang melanda lini depan mereka.
- Situasi ini bisa memicu perburuan pemain di menit-menit akhir jelang penutupan bursa transfer.

Paris St-Germain dengan tegas menolak sejumlah tawaran yang diajukan Manchester City untuk merekrut gelandang asal Nigeria, Jennifer Echegini. Klub asal ibu kota Prancis itu menganggap pemain berusia 25 tahun tersebut sebagai figur sentral yang tidak tergantikan, meski masa baktinya di Parc des Princes hanya menyisakan satu musim lagi.
Penolakan ini menjadi pukulan telak bagi The Citizens yang tengah berjuang memperkuat skuad jelang bergulirnya Women's Super League (WSL) akhir pekan ini. Dengan tenggat waktu transfer yang jatuh pada Kamis, City harus bergerak cepat mencari alternatif lain. Situasi semakin rumit setelah kabar cedera lutut yang dialami Vivianne Miedema, yang dipastikan absen pada awal musim. Kehilangan Miedema membuat lini tengah dan serangan City kehilangan kreativitas, sehingga kebutuhan akan pemain seperti Echegini menjadi mendesak.
Echegini, yang menghabiskan sebagian besar karier mudanya di Inggris, bergabung dengan PSG dua tahun lalu setelah sempat membela Juventus. Namanya melambung setelah menjadi pahlawan kemenangan Nigeria di final Piala Afrika Wanita (Wafcon) tahun lalu, dengan gol penentu yang membawa timnya meraih gelar ke-10 yang memperpanjang rekor. Kemampuan adaptasinya yang cepat di Eropa menjadikannya aset berharga, baik bagi klub maupun tim nasional.
Di tengah kebuntuan negosiasi ini, PSG sendiri tengah bersiap menghadapi Eintracht Frankfurt pada laga kualifikasi ketiga Liga Champions Wanita, Rabu malam. Fokus klub jelas tertuju pada pertandingan tersebut, dan mereka tidak ingin kehilangan pemain kunci sebelum laga penting. Sementara itu, kabar lain menyebutkan bahwa Arsenal telah mencapai kesepakatan untuk merekrut bek Prancis, Elisa de Almeida, dari PSG. Nilai transfernya diperkirakan mencapai ยฃ550 ribu, dan pemain tersebut dijadwalkan bergabung dengan The Gunners sebelum tenggat waktu.
Bagi pengamat sepak bola wanita, sikap PSG yang keras ini mencerminkan perubahan tren di Eropa: klub-klub besar kini semakin enggan melepas pemain bintangnya di tengah musim, terutama ketika target ambisius di kompetisi domestik dan Eropa masih terbuka lebar. Keputusan PSG untuk mempertahankan Echegini juga bisa menjadi sinyal bahwa mereka menargetkan gelar Liga Champions, di mana kedalaman skuad menjadi faktor krusial.
Di sisi lain, kegagalan City mendapatkan Echegini bisa berdampak pada strategi jangka pendek mereka. Dengan WSL yang semakin kompetitif, kehilangan pemain sekaliber Miedema dan gagal mendatangkan pengganti yang setara dapat membuat mereka tertinggal dari Arsenal dan Chelsea. Pertanyaan besarnya, akankah City mengalihkan perhatian ke target lain di hari-hari terakhir bursa?
Bagi pembaca di Indonesia, dinamika transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan semakin profesionalnya sepak bola wanita global. Investasi yang besar dari klub-klub Eropa seperti City dan PSG tidak hanya meningkatkan kualitas liga, tetapi juga membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus level tertinggi. Jika kompetisi domestik di Indonesia terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu saat akan lahir pemain wanita Indonesia yang diperebutkan klub-klub Eropa.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, keputusan PSG untuk mempertahankan Echegini tampaknya sudah final. Namun, dalam dunia transfer yang penuh kejutan, siapa yang bisa memastikan tidak ada perubahan di menit-menit terakhir? Yang jelas, City harus segera mencari solusi agar ambisi mereka di musim ini tidak terganggu.



