Aline Pereira Siap Perebutkan Kontrak UFC, Bayang-bayang Sang Kakak Mulai Menghilang
Baca dalam 60 detik
- Aline Pereira, adik juara dua divisi UFC Alex Pereira, akan bertarung di Dana White's Contender Series melawan petarung tak terkalahkan Smilla Sundell pada 13 Oktober di Las Vegas.
- Kemenangan di ajang tersebut akan membawa Aline masuk ke UFC, mengikuti jejak sang kakak yang kini menjadi salah satu bintang terbesar MMA dunia.
- Laga ini menjadi ujian besar bagi Aline yang rekor MMA-nya belum konsisten, sementara Sundell adalah petarung muda dengan pengalaman juara Muay Thai di ONE Championship.

Adik dari juara dua divisi UFC, Alex Pereira, siap mengukir namanya sendiri di panggung tarung bebas. Aline Pereira akan memperebutkan kontrak UFC dalam laga di Dana White's Contender Series yang berlangsung di Las Vegas pada 13 Oktober mendatang. Lawan yang dihadapi bukan kaleng-kaleng: Smilla Sundell, petarung Swedia yang belum pernah merasakan kekalahan di MMA dan merupakan mantan juara Muay Thai termuda di ONE Championship.
Kabar ini pertama kali disebarkan Aline melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengonfirmasi akan bertarung di kelas bantam melawan Sundell. Dana White's Contender Series sendiri merupakan ajang yang digagas presiden UFC untuk menjaring bakat-bakat baru di luar organisasi. Para petarung yang tampil di sana hanya punya satu kesempatan untuk memenangkan kontrak, sehingga tekanan yang dihadapi sangat besar.
Perjalanan Aline menuju titik ini tidaklah mulus. Rekor MMA-nya saat ini tercatat 3-2, dengan seluruh kemenangan diperoleh melalui keputusan juri. Kemenangan terakhirnya terjadi pada Mei lalu, saat ia mengalahkan Jade Masson-Wong lewat split decision di ajang perdana Most Valuable Promotions milik Jake Paul. Sebelum itu, karier Aline sempat naik turun. Ia sempat vakum pada 2023 setelah menjalani awal karier yang buruk di Legacy Fighting Alliance (LFA) dengan catatan 1-2.
Namun, angin segar datang ketika Aline mencoba peruntungan di Karate Combat League. Di sana ia berhasil mencatat rekor 3-0 dengan dua kemenangan knockout dan merebut gelar juara flyweight perdana pada 2024. Kebangkitan inilah yang membuatnya kembali percaya diri untuk merambah MMA profesional pada akhir 2025. Dalam setiap pertarungannya, Aline kerap terlihat didampingi sang kakak, Alex Pereira, yang bertindak sebagai pelatih dan corner man.
Di sisi lain, Sundell bukan lawan yang mudah. Meski baru dua kali bertarung di MMA, ia sudah malang melintang di dunia Muay Thai. Bergabung dengan ONE Championship pada 2022, Sundell langsung merebut gelar juara dunia strawweight Muay Thai perdana di usia yang sangat muda, 17 tahun 161 hari. Rekor tersebut menjadikannya juara termuda dalam sejarah promosi asal Asia tersebut. Pengalaman bertarung di bawah tekanan dan melawan petarung kelas dunia menjadi modal berharga bagi Sundell.
Konteks menarik lainnya adalah posisi Alex Pereira yang baru saja gagal meraih gelar juara tiga divisi UFC. Pada Juni lalu, ia kalah dari Ciryl Gane dalam perebutan gelar interim kelas berat. Kegagalan itu tentu menjadi pelajaran berharga bagi keluarga Pereira. Kini, perhatian publik Brasil dan dunia MMA tertuju pada Aline. Apakah ia mampu memanfaatkan panggung Contender Series untuk membuktikan bahwa bakat bertarung mengalir di darah keluarganya?
Bagi penggemar MMA di Indonesia, laga ini layak disimak. Kehadiran petarung Asia Tenggara seperti Smilla Sundell yang merupakan lulusan ONE Championship—promosi yang juga populer di Indonesia—memberikan warna tersendiri. Kemenangan Aline tentu akan membuka jalan baginya untuk tampil di UFC, ajang yang selama ini menjadi impian banyak petarung dunia. Namun, kekalahan bukan berarti akhir segalanya; banyak petarung yang gagal di Contender Series namun tetap sukses di karier MMA-nya.
Pertanyaannya sekarang, akankah Aline mampu mengatasi tekanan dan menunjukkan performa terbaiknya di hadapan Dana White? Atau justru Sundell yang akan mencuri perhatian dan merebut kontrak bergengsi tersebut? Jawabannya akan terjawab pada 13 Oktober mendatang.



