Bukit Teletubbies Semarang Terbakar, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda hamparan rumput di Bukit Teletubbies, Tembalang, Semarang, pada Rabu siang tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Dua unit mobil pemadam dikerahkan dan api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam; kerugian material nihil karena objek berupa lahan kosong.
- Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran lahan di musim kemarau, terutama di area dekat pemukiman padat.

Kebakaran melanda kawasan Bukit Teletubbies di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Rabu (22/7) siang, menghanguskan sebagian hamparan rumput dan ilalang kering di lahan kosong milik warga. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun sempat mengkhawatirkan warga di perkampungan padat yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi kebakaran.
Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, mengonfirmasi bahwa api melalap semak belukar di lahan milik keluarga Sukawi di RT 06/13. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Kota Semarang dikerahkan untuk melakukan lokalisir dan pemadaman. "Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kerugian material dinyatakan nihil mengingat objek yang terbakar merupakan lahan kosong," ujar Tyas, sapaan akrab Kapolsek, dalam keterangannya.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 13.15 WIB. Dugaan sementara, api muncul akibat cuaca yang sangat panas pada siang hari itu. Kondisi ini diperparah oleh angin kencang yang mempercepat perambatan api, seperti diungkapkan Salamun (77), seorang warga yang membuka warung di dekat lokasi. "Anginnya kan besar makanya cepat (api merambat)," katanya.
Dua saksi mata, Sumini (62) dan Salamun, yang berjualan di kaki bukit, mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sumini mengatakan saat ia tiba di warung sekitar pukul 10.00 WIB, api sudah membakar bukit. "Enggak tahu, itu karena apa, saya di sini sudah murup (api sudah membakar bukit). Pas tidak ada orang barusan," terangnya. Petugas pemadam baru tiba beberapa waktu setelahnya.
Kebakaran ini menyoroti kerentanan kawasan perbukitan dengan vegetasi kering di musim kemarau. Meski tidak menimbulkan kerugian material, kejadian serupa berpotensi mengancam pemukiman jika tidak diantisipasi. Warga sekitar diimbau untuk tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas yang dapat memicu api di lahan terbuka.
Ke depan, perlu ada koordinasi antara pemerintah kota dan masyarakat untuk membersihkan semak belukar di area rawan kebakaran, terutama menjelang puncak musim kemarau. Apakah langkah preventif seperti pembuatan sekat bakar atau patroli rutin akan diterapkan di Bukit Teletubbies dan kawasan serupa?



