Kebakaran Hanguskan Tiga Kapal di Muara Angke, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting
Baca dalam 60 detik
- Tiga kapal yang tengah bersandar di Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara, ludes terbakar pada Minggu pagi, memicu penyelidikan kepolisian.
- Tim Reskrim Polsek Sunda Kelapa masih menunggu kapal mendingin untuk melakukan olah TKP dan memastikan ada tidaknya unsur pidana.
- Dugaan sementara dari pemadam kebakaran menyebut api dipicu korsleting listrik saat perbaikan kapal, namun polisi belum menutup kemungkinan penyebab lain.

Kebakaran hebat melalap tiga kapal yang sedang bersandar di Dermaga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (19/7) pagi. Peristiwa ini langsung menarik perhatian aparat kepolisian yang kini tengah mendalami penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana.
Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Ery Suroto mengungkapkan bahwa timnya masih menunggu kondisi kapal cukup aman untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kami masih dalam penyelidikan," ujarnya di Jakarta, Minggu. Ery menambahkan, penyelidikan bertujuan untuk mengetahui apakah kebakaran ini murni kecelakaan atau terdapat indikasi tindak pidana.
Hingga saat ini, petugas belum bisa memasuki kapal karena suhu badan kapal masih sangat panas pasca kebakaran. "Untuk sementara kami belum bisa olah TKP karena masih panas," kata Ery. Meski demikian, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan awal.
Sementara itu, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Kasiops Gulkarmat Gatot Sulaeman menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari kapal yang sedang menjalani perbaikan atau docking. "Informasi dari saksi kebakaran dipicu korsleting listrik saat perbaikan kapal," ungkap Gatot.
Saksi di lokasi mengaku melihat kepulan asap dari kapal yang sedang diperbaiki. Mereka sempat berupaya memadamkan api dengan bantuan warga, namun api dengan cepat membesar dan akhirnya memanggil petugas pemadam kebakaran. Kebakaran baru berhasil dipadamkan setelah beberapa jam kemudian.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan dalam proses perbaikan kapal, terutama di kawasan padat seperti Muara Angke. Kapal-kapal yang terbakar diduga merupakan kapal nelayan atau kapal barang kecil yang biasa bersandar di dermaga tersebut. Kerugian materiil masih dalam pendataan.
Ke depan, polisi akan berkoordinasi dengan Gulkarmat dan instansi terkait untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Apakah dugaan korsleting akan terbukti atau justru terungkap faktor lain, masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut.



