Ledakan Rumah Mewah di Medan: Labfor Temukan Sisa Gas Metana di Dapur
Baca dalam 60 detik
- Tim Labfor Polda Sumut mendeteksi konsentrasi gas metana hingga 10% LEL di dapur rumah Grand Polonia yang meledak.
- Pola kerusakan menunjukkan tekanan kuat dari dalam rumah, mengarah pada dugaan kebocoran gas sebagai pemicu utama.
- PT PGN telah mengamankan instalasi gas di lokasi, namun penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan sumber ledakan.

Ledakan yang merobohkan sebagian rumah mewah di kawasan Grand Polonia, Medan, diduga kuat dipicu oleh akumulasi gas metana di area dapur. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara menemukan sisa konsentrasi gas yang masih terdeteksi di lokasi kejadian, memperkuat hipotesis bahwa kebocoran gas menjadi penyebab utama.
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengungkapkan bahwa pola kerusakan bangunan menunjukkan adanya tekanan eksplosif yang berasal dari dalam rumah. "Kerusakan yang terjadi memiliki ciri khas tekanan dari dalam, yang menyebabkan dinding dan barang-barang roboh ke luar," ujarnya dalam keterangan di lokasi.
Pemeriksaan di dapur rumah nomor 3B menemukan kompor tanam yang terangkat dari tempatnya serta pintu-pintu yang terbuka akibat dorongan tekanan. Di titik yang sama, tim juga menemukan terminal gas yang digunakan untuk memasak. Kondisi ini, menurut Roy, mengindikasikan bahwa ledakan terjadi akibat gas yang terakumulasi di ruangan tertutup.
Tim Labfor menggunakan alat detektor gas untuk mengukur kadar metana di lokasi. Hasilnya, konsentrasi bervariasi ditemukan di dapur, dengan puncak mencapai 10% LEL. "Pada konsentrasi itu, gas seharusnya bisa terdetonasi," jelas Roy. Meski demikian, ia menegaskan bahwa gas bersifat mudah menguap, sehingga pengamanan oleh PGN dinilai cukup untuk mengurangi risiko.
Ledakan yang terjadi pada pekan lalu itu mengguncang kawasan perumahan elite Grand Polonia. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerusakan material cukup parah. Warga sekitar sempat panik dan melaporkan suara dentuman keras yang terdengar hingga radius beberapa ratus meter.
Penyelidikan masih terus berlangsung. Tim Labfor bersama penyidik Polrestabes Medan masih mendalami sejumlah temuan di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga akan memeriksa saksi-saksi dan menelusuri riwayat pemeliharaan instalasi gas di rumah tersebut. Pertanyaan besar yang masih mengemuka: apakah ledakan murni akibat kebocoran teknis, atau ada faktor kelalaian manusia?



