Dua Jasad Diduga Korban KM Nurul Salsa Ditemukan, Proses Identifikasi Berlangsung
Baca dalam 60 detik
- Tim SAR gabungan menemukan dua jenazah yang diduga penumpang KM Nurul Salsa setelah delapan hari pencarian.
- Identifikasi awal mengandalkan sidik jari, sementara DNA akan digunakan jika kondisi jasad tidak utuh.
- Sebanyak 16 korban masih dalam daftar pencarian, data ante mortem terus dikumpulkan dari keluarga.

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua jasad yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Sulawesi Selatan. Kedua jenazah tersebut kini tengah menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah pencarian yang berlangsung lebih dari sepekan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris, mengonfirmasi bahwa dua kantong jenazah telah diterima tim forensik pada Rabu (22/7). "Pada hari ini ada dua kantong jenazah yang akan diidentifikasi oleh Tim Ahli Forensik Dokpol Polda Sulsel," ujarnya kepada wartawan. Proses identifikasi menjadi prioritas utama untuk memastikan identitas korban dan segera diserahkan kepada keluarga.
Haris menjelaskan bahwa timnya telah mengumpulkan data ante mortem dari para korban yang masih hilang. Data ini mencakup ciri-ciri fisik, riwayat medis, dan informasi lain yang dapat membantu pencocokan. "Ada pun kegiatan sudah dilakukan oleh tim di Selayar dengan mengumpulkan data-data ante mortem yang disebutkan ada 16 korban yang belum ditemukan," ungkapnya. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak korban yang belum tertemukan, sehingga upaya pencarian dan identifikasi terus dipercepat.
Proses identifikasi dilakukan secara bertahap, tergantung pada kondisi jasad. Menurut Haris, jika jenazah masih utuh dan memungkinkan, teknik sidik jari akan menjadi andalan karena lebih cepat memberikan hasil. "Identifikasi ini akan dilihat dari kondisi jenazahnya, jika masih memungkinkan ada data sidik jari, itu bisa lebih cepat disampaikan dan diserahkan ke keluarga," jelasnya. Metode ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan mengurangi masa tunggu keluarga korban.
Namun, jika jasad ditemukan dalam kondisi tidak utuh, tim forensik akan beralih ke teknik identifikasi melalui DNA. "Kondisi mayat atau potongan-potongan tubuh yang ditemukan di laut itu kita gunakan gigi. Kalau tidak bisa kita identifikasi dengan profil DNA dan disandingkan dengan DNA dari keluarga terdekat," kata Haris. Pendekatan ini memerlukan waktu lebih lama karena harus melalui serangkaian uji laboratorium, namun akurasinya sangat tinggi.
Kecelakaan KM Nurul Salsa telah menyita perhatian publik, terutama di Sulawesi Selatan. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Selayar, dan sejak saat itu tim SAR gabungan dari berbagai instansi terus melakukan pencarian. Penemuan dua jasad ini memberikan secercah harapan bagi keluarga korban, meskipun masih banyak yang belum ditemukan. Polda Sulsel berkomitmen untuk terus mengidentifikasi setiap jasad yang ditemukan dan memberikan kepastian kepada keluarga.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menemukan korban yang masih hilang dan memastikan identifikasi berjalan akurat. Pertanyaannya, akankah teknologi DNA mampu mengungkap identitas seluruh korban, atau masih ada kendala geografis dan cuaca yang menghambat pencarian?



