Final Piala Dunia 2026: Messi dan Yamal Berebut Tahta, Dua Bintang Serie A Hanya Jadi Cadangan
Baca dalam 60 detik
- Laga puncak Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New York, Minggu malam WIB.
- Inter Milan dan Como hanya diwakili Lautaro Martinez dan Nico Paz, keduanya diprediksi memulai laga dari bangku cadangan.
- Lionel Messi masih menjadi andalan Argentina dengan 8 gol, sementara Spanyol mengandalkan Lamine Yamal dan Rodri sebagai motor permainan.

Pertarungan puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New York, menyajikan duel dua generasi: Lionel Messi yang tengah memburu gelar juara dunia keduanya melawan skuad muda Spanyol yang haus prestasi. Namun, di balik gemerlap nama-nama besar, dua pemain Serie A—Lautaro Martinez dan Nico Paz—hanya menjadi pelapis di tim Tango.
Laga yang berlangsung pada Minggu (19/7) pukul 21.00 CET atau 02.00 WIB (Senin dini hari) ini mempertemukan juara Eropa 2024 melawan juara dunia bertahan. Spanyol datang dengan skema 4-2-3-1 andalan Luis de la Fuente, sementara Argentina tetap setia pada formasi 4-3-1-2 yang mengandalkan kreativitas Messi di belakang Julian Alvarez.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan Tuttosport, kapten Inter Milan Lautaro Martinez dan gelandang Como Nico Paz akan memulai pertandingan dari bangku cadangan. Padahal, Lautaro menjadi pencetak gol terbanyak kedua Argentina di turnamen ini dengan tiga gol, hanya kalah dari Messi yang mengoleksi delapan gol. Ia juga menjadi pahlawan kemenangan dramatis atas Inggris di semifinal lewat gol penentu di menit akhir.
Nico Paz, yang baru bergabung dengan Como musim lalu, baru mencatatkan 71 menit bermain dalam dua penampilan sebagai pemain pengganti. Minimnya menit bermain membuat pelatih Lionel Scaloni lebih memilih duet Julian Alvarez dan Messi di lini depan.
Di kubu Spanyol, tidak ada pemain Serie A dalam starting XI. Bek sayap Pedro Porro (Tottenham) dan bek tengah Pau Cubarsí (Barcelona) menjadi andalan di lini belakang, sementara Rodri dan Fabian Ruiz mengisi lini tengah. Lamine Yamal yang baru berusia 19 tahun menjadi ujung tombak serangan bersama Dani Olmo dan Alex Baena.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini bisa disaksikan secara langsung melalui platform streaming resmi FIFA atau saluran televisi yang memiliki hak siar. Di Italia, pertandingan disiarkan gratis oleh Rai 1, sementara di Inggris tersedia di BBC One dan ITV1. Untuk pemirsa di Amerika Serikat, Fox Sports menjadi pilihan utama.
Dengan status juara bertahan dan kehadiran Messi yang kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia, Argentina diunggulkan tipis. Namun, Spanyol yang tampil konsisten sepanjang turnamen—tanpa sekalipun kalah—siap memberikan kejutan. Pertanyaannya, akankah Messi menutup karier internasionalnya dengan trofi keempat bersama Argentina, atau justru generasi emas Spanyol yang akan memulai era baru?



