Maldini Jadi Kunci FIGC Bujuk Guardiola Tangani Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- FIGC menargetkan Pep Guardiola sebagai pelatih baru Italia, namun misi ini dianggap sangat berat.
- Paolo Maldini, legenda AC Milan, disebut sebagai satu-satunya figur yang mampu membujuk Guardiola menerima tawaran tersebut.
- Hubungan emosional Guardiola dengan Italia sejak masa bermainnya di Serie A menjadi modal negosiasi.

Upaya Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk mendatangkan Pep Guardiola sebagai pelatih tim nasional dipandang sebagai misi yang hampir mustahil. Namun, jika ada satu orang yang mampu membalikkan keadaan, sosok itu adalah Paolo Maldini—legenda AC Milan yang kini menjabat sebagai direktur teknis klub.
Guardiola, yang kontraknya bersama Manchester City akan berakhir pada 2025, telah lama dikaitkan dengan berbagai pekerjaan level internasional. Namun, ketertarikannya pada Italia bukanlah hal baru. Selama dua musim membela Brescia dan Roma pada akhir 2000-an, ia membangun ikatan kuat dengan sejumlah ikon sepak bola Negeri Pizza, termasuk Roberto Baggio dan Maldini sendiri. Tak hanya itu, pelatih Brescia kala itu, Carlo Mazzone, dianggap sebagai salah satu mentor terpenting dalam karier Guardiola.
Menurut analis sepak bola Italia, hubungan personal Guardiola dengan Maldini bisa menjadi faktor penentu. “Maldini bukan sekadar legenda, ia adalah figur yang dihormati di seluruh dunia. Jika ada yang bisa meyakinkan Guardiola untuk meninggalkan Manchester dan memulai proyek baru, itu adalah dia,” ujar seorang jurnalis olahraga Italia dalam analisisnya.
Kekaguman Guardiola terhadap Italia tidak hanya terbatas pada rekan setim. Ia kerap memuji taktik dan budaya sepak bola Italia, bahkan menyebut Serie A sebagai salah satu liga paling menantang di Eropa. Namun, menerima jabatan pelatih tim nasional berarti meninggalkan rutinitas klub yang sudah ia kuasai selama bertahun-tahun. Tantangan ini membuat banyak pihak meragukan kesediaannya.
Bagi Indonesia, kisah ini menarik karena menunjukkan bagaimana sepak bola Eropa sangat dipengaruhi oleh hubungan personal dan jejaring. Di tengah upaya PSSI mencari pelatih asing untuk timnas, pelajaran dari Italia bisa menjadi referensi: bahwa pendekatan melalui figur yang dihormati seringkali lebih efektif daripada sekadar tawaran finansial. Apakah Maldini benar-benar akan menjadi juru runding? Atau Guardiola justru memilih tantangan lain? Jawabannya masih menunggu waktu.
Jika Guardiola akhirnya menerima, ia akan menghadapi tugas besar: membangkitkan kembali kejayaan Italia yang sempat meredup setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Dengan skuad yang masih memiliki talenta muda seperti Nicolò Barella dan Federico Chiesa, proyek ini bisa menjadi babak baru yang menarik. Namun, semua itu masih bergantung pada satu pertanyaan: akankah Maldini berhasil meyakinkan Guardiola?



